HOME » BERITA » MUDIK MASIH DILARANG, HANYA ORANG-ORANG INI YANG BOLEH BEPERGIAN

Mudik Masih Dilarang, Hanya Orang-Orang Ini yang Boleh Bepergian

Beberapa orang yang diizinkan untuk bepergian harus memenuhi beberapa sayarat yang sudah ditetapkan.

Kamis, 07 Mei 2020 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Mudik Masih Dilarang, Hanya Orang-Orang Ini yang Boleh Bepergian
Ketua Gugus tugas COVID-19, Doni Monardo (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Larangan mudik masih terus ditetapkan. Larangan mudik lebaran 2020 saat pandemi virus Corona (COVID-19) itu berlaku hingga 31 Mei 2020.

"Saya tekankan, mudik dilarang, titik," kata Ketua Gugus tugas COVID-19, Doni Monardo saat konferensi pers di Kantor BNPB Jakarta, Rabu (6/4/2020), disitat dari Liputan6.com.

Mengenai terbitnya surat edaran terkait masalah pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Doni mengungkapan siapa saja yang dapat melakukan kegiatan tersebut.

1 dari 3 Halaman

Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha yang semuanya berhubungan dengan penanganan percepatan Corona di Indonesia.

"Pengecualian juga diberikan kepada masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan, seperti ada yang meninggal atau ada keluarga yang sakit keras," katanya.

Ini juga berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI), pelajar, dan mahasiswa yang ada di luar negeri yang akan kembali ke tanar air.

2 dari 3 Halaman

Syarat

Meski demikian, sejumlah syarat tetap harus dipenuhi oleh mereka yang mendapat kesempatan untuk bepergian:

1. Harus ada izin dari atasan, minimal setara dengan Eselon II (dua).

2. Kepala kantor

3. Para wirausaha yang berhubungan dengan COVID-19 tapi tidak memiliki instansi, perlu mendapat surat pernyataan dari yang bersangkutan dan ditandatangani di atas materai dan diketahui kepala desa dan lurah setempat.

Selain itu, lanjut Doni, masyarakat yang mendapat pengecualian ini wajib mendapat surat sehat. "Artinya, mereka yang berpegian harus dalam keadaan sehat dan kembalinya harus sehat," ujarnya.

3 dari 3 Halaman

Surat Keterangan Dokter

Surat sehat harus diperoleh dari dokter di rumah sakit, puskesmas, atau klinik-klinik yang ada di daerah dengan terlebih dulu melakukan serangkaian tes kesehatan termasuk tes PCR dan rapid test.

"Kegiatan ini harus tetap dengan protokol kesehatan yang ketat, yaitu memakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan tangan, dan tidak menyentuh bagian wajah, mata, dan mulut," katanya.

"Dan, mereka harus membuktikan tiket pergi dan pulang," ujarnya.

BERI KOMENTAR