HOME » BERITA » MUSIK DILARANG SAAT NYETIR, PADAHAL HILANGKAN JENUH

Musik Dilarang Saat Nyetir, Padahal Hilangkan Jenuh

Polemik mengenai larangan menyetir sambil mendengarkan musik ataupun merokok bergulir di tengah masyarakat. Perarturan ini ditanggapi berbeda karena dua hal tersebut adalah hal umum di masyarakat.

Sabtu, 03 Maret 2018 14:30 Editor : Cornelius Candra
Ilsutrasi : Nazar Ray

OTOSIA.COM - Polemik mengenai larangan menyetir sambil mendengarkan musik ataupun merokok bergulir di tengah masyarakat. Perarturan ini ditanggapi berbeda karena dua hal tersebut adalah hal umum di masyarakat.

Sebagian merasa keberatan dengan larangan yang dikaitkan dengan pesan dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut. Salah satunya diutarakan oleh Irwan Danar Ranti Prasojo yang merupakan ketua umum klub mobil Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI).

"Kami sebagai pengendara mobil sangat keberatan dengan adanya wacana larangan mengemudi sambil mendengarkan musik dan merokok karena itu salah satu cara mengatasi kebosanan dalam berkendara di tengah suasana jalanan di Jakarta yang macet di mana-mana," kata Irwan.

Menurut Pasal 106 Ayat 1 dalam aturan tersebut, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara itu, menurut Pasal 283 dalam aturan yang sama, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

"Selama kedua hal itu tidak mengganggu orang lain, saya rasa tidak ada alasan yang wajar hal tersebut dilarang. Selain itu, mendengarkan musik kesukaan kita dan merokok bagi perokok merupakan salah satu cara mengatasi kantuk dalam berkendara," ujarnya.

(kpl/nz/crn)

BERI KOMENTAR