HOME » BERITA » NAIK MOTOR GERIMIS-GERIMIS, TAK SADAR BERBONCENGAN DENGAN GENDERUWO

Naik Motor Gerimis-Gerimis, Tak Sadar Berboncengan dengan Genderuwo

Cerita seorang karyawan yang nekat pulang ke rumah orang tuanya meski kondisi gerimis dan mulai malam, menyisakan kisah mistis tersendiri.

Kamis, 14 November 2019 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Naik Motor Gerimis-Gerimis, Tak Sadar Berboncengan dengan Genderuwo
Ilustrasi jalanan berhantu (Insider)

OTOSIA.COM - Rutinitas yang sering dilakukan para pekerja yang tinggal terpisah dengan keluarganya adalah pulang ke rumah yang sesungguhnya saat akhir pekan. Ya, itu yang dilakukan oleh seorang karyawan di Kabupaten paling ujung di Pulau Jawa.

Tak seperti akhir pekan biasanya, kala itu hari tengah hujan. Tapi tak lebat, hanya gerimis saja. Dia pun merasa tak masalah untuk tetap pulang ke rumah orang tuanya meskipun hari juga sudah mulai gelap.

Sebab, biasanya pun dia melakukan rutinitas tersebut. Tanpa berpikiran macam-macam dia memacu sepeda motor bebeknya menuju rumah orang tuanya yang berjarak sekitar satu jam perjalanan, jika tidak macet.

1 dari 2 Halaman

Motor Mulai Berat

Naik Motor Gerimis-Gerimis, Tak Sadar Berboncengan dengan GenderuwoMotor Mulai Berat

Jalur yang dia lalui pun adalah jalur cukup ramai dan merupakan jalur dekat pemukiman. Hanya saja, di beberapa titik masih terdapat sawah-sawah menghampar dengan jembatan yang membentang.

Hingga tiba di salah satu kawasan yang cukup sepi, dia pun merasa sepeda motornya mulai berat untuk dipacu. Padahal dia menunggangi sepeda motor itu sendirian. Tak ada pikiran aneh-aneh meski dia merasa apa yang terjadi cukup janggal.

Ada satu kawasan yang dijuluki ketepeng kembar, lantaran di tempat itu ada pohon ketepeng besar yang rindang di kiri dan kanan jalan. Sesampai di lokasi itu, iseng, si karyawan mulai melirik ke arah spion.

2 dari 2 Halaman

Makhluk Bermata Merah

Naik Motor Gerimis-Gerimis, Tak Sadar Berboncengan dengan GenderuwoMakhluk Bermata Merah

Betapa terkejutnya dia saat melihat makhluk bermata merah duduk di belakangnya. Ya seperti orang sedang bonceng pada umumnya. Beruntungnya, si karyawan masih bisa menguasai diri, sehingga tidak panik dan terjadi insiden kecelakaan.

Dengan tetap memacu sepeda motornya, dia pelan-pelan membca doa sesuai keyakinannya. Doa terus dibaca hingga makhluk tersebut menghilang dengan sendirinya.

 

BERI KOMENTAR