HOME » BERITA » NEKAT BAWA MOBIL TEROBOS BANJIR? PERHATIKAN HAL-HAL INI

Nekat Bawa Mobil Terobos Banjir? Perhatikan Hal-hal ini

Saat ini sudah masuk musim penghujan yang ditandai curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia. Saat musim hujan tidak sedikit jalan-jalan yang dipenuhi genangan air, sehingga pengendara harus ekstra waspada.

Senin, 03 Desember 2018 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi mobil menerobos banjir (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Saat ini sudah masuk musim penghujan yang ditandai curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia. Saat musim hujan tidak sedikit jalan-jalan yang dipenuhi genangan air, sehingga pengendara harus ekstra waspada.

Banyaknya genangan air dan musibah banjir kini tidak lagi monopoli kota Jakarta. Beberapa kota besar di Indonesia juga mengalami problem yang sama jika musim penghujan datang. Tumpahan air dari langit yang kerap membuat jalan-jalan terendam air akibat drainase yang buruk.

Pada akhirnya genangan air menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara setiap kali musim hujan datang, termasuk kemacetan akibat sejumlah ruas jalan terendam banjir. Banyak diantaranya pula yang terpaksa menerobos kubangan air karena alasan diburu waktu dan sebagainya.

Meski demikian hendaknya pengendara tetap waspada karena kerugian kendaraan akibat banjir cukup menguras isi kantong.

Nah, menghadapi musim hujan, Mitsubishi Indonesia turut memberikan kiat-kiat. Yang mesti dipahami pengemudi sebelum memacu mobilnya ke dalam air adalah karakter dan kondisi mobil, serta seberapa dalam kira-kira genangan air yang ada di depan.

Biasanya yang takut menghadapi genangan air dan banjir adalah mobil-mobil seperti sedan atau city car karena tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Beda dengan SUV yang memang desain mobilnya memiliki ground clearance tinggi.

Mobil-mobil Mitsubishi Motors seperti Pajero Sport sebenarnya sudah memiliki ground clearance yang cukup memadai.

Tapi tetap saja, sebaiknya jika ada genangan air yang cukup tinggi lebih baik Anda mencari jalan lain. Namun jika tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air.

Kalau sampai filter udara terendam itu bisa menyebabkan water hammer. Water hammer adalah kondisi air masuk ke ruang pembakaran dan tentunya bisa merusak mesin.

Selain itu, pastikan Anda melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual dan 'pada transmisi otomatis saat menerabas banjir. Hindari juga posisi setengah kopling ataupun mengocok gas dalam genangan karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil Anda mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Kemudian jika berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana. Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima.

Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda baik di bengkel resmi.

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR