HOME » BERITA » NEKAT MUDIK SAAT LEBARAN, 2.717 KENDARAAN DIPAKSA PUTAR BALIK

Nekat Mudik Saat Lebaran, 2.717 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Hari pertama Idul Fitri kemarin saja, Minggu (24/5/2020), sebanyak 2.717 kendaraan dipaksa putar balik.

Senin, 25 Mei 2020 20:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Nekat Mudik Saat Lebaran, 2.717 Kendaraan Dipaksa Putar Balik
Ilustrasi arus mudik (Liputan6.com/Johan Tallo)

OTOSIA.COM - Meski larangan mudik sudah resmi diberlakukan, nyatanya masih banyak pemudik nekat yang mencari celah untuk kembali ke kampung halaman. Hari pertama Idul Fitri kemarin saja, Minggu (24/5/2020), sebanyak 2.717 kendaraan dipaksa putar balik.

"Dari data penyekatan Operasi Ketupat Jaya 2020, kendaraan yang diputarbalikkan saat Momen Idul Fitri 2020 sebanyak 2.717 kendaraan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi Merdeka.com, Senin (25/5/2020).

1 dari 3 Halaman

Dari jumlah tersebut, didominasi oleh kendaraan pribadi. Di pintu Tol Cikarang Barat, sebanyak 2.321 kendaraan pribadi diputar balik, sementara kendaraan umum yang diputarbalik di kawasan ini sebanyak 20.

"Total kendaraan diputarbalik di kawasan Cikarang Barat sebanyak 2.341," kata dia.

 Sementara kendaraan yang diputar balik di kawasan Tol Bitung/Cikupa sebanyak 11 kendaraan yang keseluruhannya adalah kendaraan pribadi. Untuk di Jalan Arteri, kendaraan yang diputar balik sebanyak 365 kendaraan.

"Dengan rincian 116 kendaraan pribadi, 43 kendaraan umum, dan 206 sepeda motor," kata dia.

 

 

2 dari 3 Halaman

275 Pelanggar PSBB

Sambodo menjelaskan, ada 275 pelanggaran PSBB pada Lebaran pertama. Dalam hal ini, polisi tidak memiliki kewenangan memberi sanksi denda, maka mereka hanya memberi teguran.

"Sebanyak 275 (pelanggar) di DKI Jakarta," kata Sambodo.

Jika dirinci, sebanyak 32 pelanggar mengendarai sepeda motor dengan boncengan beda alamat berdasarkan Kartu Tanda Penduduk Elektroniknya. Kemudian, sebanyak empat pelanggar melakukan pelanggaran tidak melakukan pembatasan jarak penumpang saat mengendarai roda empat atau penumpang duduk bersebelahan dengan sopir.

 

 

3 dari 3 Halaman

Lalu untuk jenis pelanggaran pengendara roda dua maupun empat yang tidak memakai masker ada sebanyak 82 pelanggar. Pelanggaran roda empat jumlah penumpangnya melebihi 50 persen sebanyak 50 pelanggar. Pelanggaran pengendara roda dua tak mengenakan sarung tangan sebanyak 105 pelanggar. Untuk pelanggaran jam operasional tidak ada.

"Kemudian pengendara bersuhu tubuh di atas normal juga tidak ada dan terakhir pelanggaran ojek online berpenumpang sebanyak dua pelanggar," pungkasnya.

Source: Merdeka.com

BERI KOMENTAR