HOME » BERITA » NEW NORMAL DI MASA COVID-19, KARYAWAN YANG KEMBALI KERJA HARUS SERING SWAB TEST?

New Normal di Masa COVID-19, Karyawan yang Kembali Kerja Harus Sering Swab Test?

Apakah swab test bagi karyawan harus rutin dilakukan guna minimalisir penyebaran COVID-19?

Kamis, 04 Juni 2020 14:30 Editor : Ahmad Muzaki
New Normal di Masa COVID-19, Karyawan yang Kembali Kerja Harus Sering Swab Test?
Petugas medis melakukan swab test terhadap warga di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). RSUI menggelar program pekan swab test massal mulai tanggal 2-19 Juni 2020. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

OTOSIA.COM - Menyambut kenormalan baru atau new normal di masa pandemi Corona (COVID-19) berbagai persiapan dilakukan pihak perusahaan untuk para karyawan yang balik kerja di kantor. Namun, apakah swab test bagi karyawan harus rutin dilakukan guna minimalisir penyebaran COVID-19?

Melansir Liputan6.com, Tim Health Liputan6.com menanyakan hal tersebut ke dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog di Omni Hospitals Pulomas, dr Dirga Sakti Rambe MSc, SpPD melalui sambungan telepon pada Rabu, 3 Juni 2020.

Menurut Dirga, idealnya memang orang yang masuk kantor di new normal dipastikan tidak terinfeksi virus Corona. Akan tetapi, di sini masalahnya sekarang.

"Saat ini ada anggapan swab test hanya berlaku untuk tujuh hari dan rapid test untuk tiga hari, itu pemahaman yang keliru sekali," kata Dirga.

"Jadi, seandainya pun seseorang hari ini di-swab test misal hasilnya negatif, terus entah besok atau lusa ternyata dia ketemu dan tertular dari yang OTG (orang tanpa gejala) misalkan, nah, pada hari itu dia positif," ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut Dirga, hasil rapid test dan swab test hanya berlaku pada saat di-test.

"Tidak ada jaminan orang yang sudah di-test hari ini, terus tujuh hari kemudian hasil swab test-nya masih valid," katanya.

1 dari 2 Halaman

Swab Test COVID-19 Berkala

Petugas medis melakukan swab test terhadap warga di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). Pemerintah Kota Depok mensubsidi dengan menggratiskan warganya yang mengikuti program pekan swab test massal di RSUI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Meski demikian untuk meminimalisasi penularan dan penyebaran COVID-19, Dirga mengatakan bahwa idealnya dilakukan swab test secara berkala.

"Idealnya swab test, bukan rapid test. Rapid test banyak sekali kelemahannya. Jadi, saran saya swab test," katanya.

Untuk harus berapa bulan atau berapa minggu sekali melakukan swab test, Dirga, mengatakan, "Tak ada panduannya."

"Saya tidak bisa bilang satu atau dua bulan sekali. Kalau mau lebih stright, dua minggu sekali tapi cost-nya cukup besar. Saran saya kalau bisa seminggu atau dua minggu sekali," katanya.

Sebab, secara logika semakin sering akan semakin bagus mengingat kasus Corona di Indonesia masih banyak.

2 dari 2 Halaman

Swab Test untuk Karyawan

Petugas medis melakukan screening terhadap warga yang mengikuti swab test massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat, Selasa (2/6/2020). Swab test massal untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 ini dapat memeriksa 180 orang per hari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB berpendapat tidak perlu juga sampai sering-sering melakukan swab test.

Menurut Prof Ari, selama para karyawan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dengan memakai masker, sering mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun di air mengalir, jaga jarak, dan tidak ada rekan kerja yang terinfeksi Corona, tidak melakukan swab test sering-sering juga tak masalah.

"Kalau rekan kerja ada yang positif, jelas yang lain harus segera di-swab test, tapi kalau tidak, nggak perlu juga sebenarnya," katanya.

Kecuali jika profesi orang tersebut mengharuskan ketemu banyak orang, seperti dokter, perawat dan sebagainya. Mereka harus rutin lakukan swab test, bahkan bisa seminggu sekali.

"Atau murid-murid boarding school yang akan kembali ke asrama. Sebaiknya memang sebelum semuanya masuk asrama, harus di-swab test. Setelah itu, mereka enggak boleh keluar-keluar,"

BERI KOMENTAR