HOME » BERITA » NEW NORMAL: OJOL DAN OPANG MASIH TAK BOLEH ANGKUT PENUMPANG ORANG

New Normal: Ojol dan Opang Masih Tak Boleh Angkut Penumpang Orang

Pada tatanan hidup baru atau new normal saat pandemi virus Corona (COVID-19), baik ojek online maupun pangkalan masih tak diizinkan untuk mengangkut penumpang orang.

Minggu, 31 Mei 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
New Normal: Ojol dan Opang Masih Tak Boleh Angkut Penumpang Orang
Ilustrasi ojol (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Selama pandemi virus Corona (COVID-19) banyak hal yang dibatasi. Termasuk para ojek online maupun pangkalan yang tak diizinkan untuk mengankut penumpang orang.

Hal itu untuk menekan penularan COVID-19. Aturan tersebut juga masih berlaku ketika memasuki tatanan hidup baru atau New Normal.

Dilansir dari Merdeka.com, Hal tersebut sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh Menteri Dalam Negeri tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Coronavirus Disease 2019 bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah nomor 440-830/2020.

Dalam aturan tersebut ojek online atau konvensional masih tetap tidak diperbolehkan beroperasi. Hal tersebut tertulis dalam terkait protokol transportasi publik.

"Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik langsung antara penumpang dan pengemudi," tulis dalam peraturan tersebut.

1 dari 1 Halaman

Sementara dalam aturan tersebut kendaraan umum boleh beroperasi namun harus mematuhi protokol kesehatan. Tidak hanya itu, pengelola juga diwajibkan memantau pelaksanaan antrean penumpang hingga kebersihan sarana dan prasarana.

Selanjutnya penumpang di semua jenis kendaraan angkutan umum wajib mencuci tangan, serta membersihkan bagian tempat duduk dan mengatur jarak. Kemudian setiap saat penumpang juga harus menggunakan masker.

Selanjutnya, pengelola harus mulai menggunakan mekanisme pembayaran tanpa uang tunai. Hal tersebut diharapkan akan meminimalkan risiko penularan.

Tidak hanya itu, lembaga dan atau pihak berwenang yang ditugaskan untuk mengelola pusat transportasi seperti bandara, pelabuhan, pelabuhan, dan sejenisnya harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Mulai dari pelaksanaan tindakan keselamatan dan akan mempertimbangkan langkah-langkah khusus. Yaitu menyusun protokol kesehatan masyarakat di bandara, pelabuhan, pemeriksaan wajib suhu tubuh untuk semua penumpang yang datang dan berangkat; karantina wajib untuk semua penumpang yang tiba. Serta menyusun database informasi untuk pelacakan kontak.

BERI KOMENTAR