HOME » BERITA » NIATAN PERALIHAN BBM KE BBG JANGAN CUMA WACANA

Niatan Peralihan BBM ke BBG Jangan Cuma Wacana

Sabtu, 13 Agustus 2016 15:15 Editor : Albert
Klik tombol < > untuk halaman berikutnya
   
Niatan Peralihan BBM ke BBG Jangan Cuma Wacana

OTOSIA.COM - Kendati sudah didengungkan beberapa tahun lalu, niatan pemakaian bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak, seperti bahan bakar gas (BBG) ternyata hingga kini masih menjadi wacana. Ketidakseriusan pemerintah dalam menyikapi hal tersebut sudah tentu membuat polusi bertambah serta pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar konvensional.

Keikutsertaan Autogas Indonesia dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show tahun ini, bertujuan untuk menebarkan budaya bersih dan sehat kepada para pengguna kendaraan dengan penggunaan BBG.

"Untuk suatu negara, di manapun, kesuksesan program ini saya pikir harus punya sumber gasnya dulu. Ada negara lain yang beberapa gasnya impor tapi BBG lancar, Singapura contohnya. Kemudian Thailand impor gas dari Myanmar dan Malaysia. Sementara Korea impor dari Indonesia. Artinya jelas (permasalahannya) dari pemerintahnya," ungkap Ahmad Saifudin, Direktur Eksekutif KPBB, di booth Autogas Indonesia, Jumat (12/8).

Menurut Ahmad, hanya mereka yang bisa membuat porsi kebijakan. Indonesia sangat kaya akan gas alam, tapi dialokasikan kemana-mana.

"Kita kaya gas tapi sepi gasnya. Untuk buat infrastruktur kan tidak setahun dua tahun, butuh satu dekade. Kita telat sebetulnya. Indonesia sudah sadar, cuma kita terbuai dengan BBM yang murah. Kita eksportir bukan importir. Sekarang harga minyak turun, sementara infrastruktur baru dibangun," tandasnya.

Hingga kini peralihan tersebut belum juga terlihat. Tugas kita menyediakan infrastruktur serta perangkat kompetitifnya. Sampai kendaraan mau memproduksi langsung dari pabrikannya. Saat ini di Indonesia sudah ada 100 SPBU BBG, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jogja, Palembang dan Batam, Banten, Balikpapan, Jawa timur dan Bali. Dan ini memang lebih kecil dari SPBU pertamina, jelasnya.

(kpl/nzr/abe)

BERI KOMENTAR