HOME » BERITA » NICKY HAYDEN JUNIOR JUARA BALAP BEBEK YAMAHA DI SEMARANG

Nicky Hayden Junior Juara Balap Bebek Yamaha di Semarang

Senin, 03 Desember 2018 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Nicky Hayden Junior (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Seorang pembalap cilik asal Yogyakarta ini memang unik karena benar-benar bernama Nicky Hayden. Namun bukan cuma itu, dia pun masih sangat kecil dan menyabet juara ke-2 kelas Moped 150 standar Novice B (YCR5) Grand Final Yamaha Cup Race 2018 di Sirkuit Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/12).

Seberapa mungil-kah sang rider? Saat balapan, dia harus dipegangi untuk start agar motornya bisa berdiri. Soalnya, saat menunggangi motor, kakinya pun belum menapak ke aspal.

Saat itu, rider yang tergabung di tim NHRT MKO Criempie Hidrolik PSD Navar ini mencatat waktu 10:14.148 detik.

Dia persis di belakang rider Aldy Satya Mahendra, dari Yamaha GHP Kaboci Pirelli KYB DID dengan catatan waktu 10:11.674 detik. Sementara, posisi ketiga ditempati Carlos Domelos (New Inovasi 168 Palu) dengan waktu 10:15.996.

"Pokoknya seneng bisa juara dua. Bapak yang ajarin balap. Dulu sering diajak bapak lihat balapan motor," kata Nicky Hayden.

Kenapa ia dinamai Nicky Hayden, faktanya juga tidak kalah unik karena sebenarnya sang ayah, Ari Basuki (35), justru adalah fans Max Biaggi. Namanya sendiri adalah cita-cita besar sang ayah pada momen balap di tahun 2006.

"Dari kecil memang saya cita-cita jadi pembalap tetapi tidak kesampaian, akhirnya biar anak saja. Waktu itu saya punya nazar kalau siapa pun yang juara dunia di MotoGP (2006), kalau saya punya anak laki-laki, mau saya namakan juara itu. Saya sendiri dulu ngefans-nya Max Biaggi," kata sang ayah.

Putra kedua dari Ari Basuki ini latihan seminggu tiga kali di Maguoharjo, Yogyakarta atau di Boyolali. Kadang kala, terselip rasa takut jika si anak kecelakaan saat di sirkuit. Namun, sang ayah tetap yakin pada rider kelahiran Sleman, 23 Januari 2007, itu.

"Kalau khawatir sih ada tetapi berdoa saja biar lancar. (Hasilnya) rata-rata masuk lima besar (saat ikut sejumlah kejuaraan)," kata Ari.

Untuk menjaga agar Nicky tidak jatuh, ia pun selalu start dari pinggir. Ini supaya Nicky bisa dipegangi saat berlatih dengan tunggangan andalannya, Yamaha MX King.

"Tahun depan kalau sudah sama Yamaha mau belajar naik R15," kata Ari yang sejak Nicky kecil sudah sering ia ajak nonton balap MotoGP dan roadrace di sirkuit.

Grand Final Yamaha Cup Race 2018 Semarang sendiri mempertemukan para juara hingga 3 besar (YCR1-YCR6) dari masing-masing region yang disinggahi YCR 2018, mencakup Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

Sebanyak 72 finalis ambil bagian dalam balapan yang notabene menjadi penentu juara umum YCR1 hingga YCR6 di sirkuit sepanjang 1,4 km dengan menu trek lurus 220 meter dan 9 tikungan.

Adapun juara umum untuk setiap kelas YCR1 sampai dengan YCR6 masing-masing memperebutkan 1 unit Yamaha.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR