HOME » BERITA » NISSAN MARCH, CITY CAR NON-LCGC YANG MULAI TERLUPAKAN

Nissan March, City Car Non-LCGC yang Mulai Terlupakan

Penjualan Nissan March menampakkan mobil ini mulai terlupakan di Indonesia. Apakah Nissan March akan bertahan atau justru disuntik mati?

Jum'at, 28 Juni 2019 12:15 Editor : Cornelius Candra
Nissan March, City Car Non-LCGC yang Mulai Terlupakan
Nissan March (NIssan Indonesia)

OTOSIA.COM - Sejak hadirnya mobil LCGC (low cost green car), segmen city car tampak mulai meredup. Bahkan beberapa produk di kelas tersebut terpaksa harus disuntik mati lantaran penjualannya yang buruk, sebut saja Toyota Etios Valco.

Salah satu city car non-LCGC yang mulai terlupakan ialah Nissan March. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mobil ini tak sampai 50 unit per bulan.

Pada Januari 2019 lalu, tercatat angka distribusi Nissan March mencapai 25 unit dan sempat naik menjadi 44 unit di Februari. Perlahan angka tersebut turun dari Maret 39 unit, April 9 unit, dan Mei 8 unit saja.

Lantas, apa yang membuat Nissan March secara perlahan ditinggalkan oleh pasar otomotif Indonesia?

1 dari 1 Halaman

Harga Terlalu Mahal?

Nissan March, City Car Non-LCGC yang Mulai TerlupakanHarga Terlalu Mahal?

Kemungkinan terbesar ialah harganya. Sejak 2013 lalu, Nissan March berstatus CBU (completely built-up) atau didatangkan secara utuh dari Thailand sehingga banderolnya cukup tinggi, Rp185,8 - 225,6 juta.

Dengan harga tersebut, tak banyak fitur yang ditawarkan. Nissan March masih menggunakan lampu-lampu bohlam dan LED hanya ada di taillight serta DRL. Namun di interior telah terpasang head-unit yang dapat terhubung ke smartphone.

Meski dimensinya tak terlalu besar, Nissan March masih memiliki bagasi di belakang baris kedua. Karena bodinya yang compact, radius putar mobil ini termasuk yang terbaik di kelasnya, mencapai 4,2 meter.

Selain itu, performa Nissan March berada di bawah mobil lain dengan kubikasi yang sama. Mengandalkan mesin 1.200 cc, hatchback ini mendapat asupan tenaga sebesar 75 hp. Sedangkan varian 1.500 cc hanya menghasilkan 100,6 hp.

Sebagai perbandingan, mesin 1.200 cc Honda Brio Satya menyemburkan tenaga sebesar 88 hp dan Daihatsu Ayla 89 hp. Sedangkan mesin 1.500 cc Honda Mobilio sanggup menghasilkan daya 116 hp dan Toyota Avanza 105 hp.

Dengan catatan penjualan yang terus menurun apakah PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan menyuntik mati Nissan March atau tetap mempertahankannya dan justru menghadirkan model baru? Kita tunggu saja.

BERI KOMENTAR