HOME » BERITA » NYARU PINDAH AGAMA, LAKI-LAKI DI PALANGKA RAYA GONDOL UANG DAN MOTOR MILIK USTAZ

Nyaru Pindah Agama, Laki-Laki di Palangka Raya Gondol Uang dan Motor Milik Ustaz

Seorang laki-laki berpura-pura pindah agama untuk melancarkan aksi kriminalnya, menipu seorang ustaz.

Kamis, 16 Januari 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Nyaru Pindah Agama, Laki-Laki di Palangka Raya Gondol Uang dan Motor Milik Ustaz
Ilustrasi (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Uang dan sepeda motor lengkap dengan BPKB milk ustaz Syamsul Qomar, dibawa kabur EKS (35). Pelaku berpura-pura pindah agama untuk melancarkan aksinya.

"Pelaku kami tangkap beberapa hari lalu di tempat persembunyiannya di Kabupaten Kapuas tanpa perlawanan," terang Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Todoan Gultom Agung di Palangka Raya, Rabu (15/1/2020).

1 dari 3 Halaman

Kronologi

Gultom menjelaskan, kejadian itu bermula saat EKS memiliki ide datang ke masjid yang berada di jalan Mendawai KM 1 Palangka Raya, Kamis (26/12/2019) sekira pukul 13.00 WIB. EKS mendatangi masjid untuk berpura-pura bahwa dia ingin pindah agama atau kepercayaan (mualaf, red), agar orang kasihan.

"Sehingga ada orang yang mau mengajak tersangka tinggil serumah, namu jika ada kesempatan tersangka akan mencuri barang-barang milik korbannya," jelas Gultom.

Setelah berpura-pura menjadi seorang mualaf, pelaku tinggal dengan korban di jalan Hiu Putih XII Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Kemudian, pada Sabtu (28/12/2019), korban berangkat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Siang itu, tersangka dimintai tolong mengantarkan korban ke Masjid Darussalam jalan G Obos Induk, menggunakan sepeda motor milik korban dengna nomor polisi KH 4245 TT.

2 dari 3 Halaman

Setibanya di Masjid Darussalam, korban juga berpesan untuk menjemputnya kembali keesokan harinya. Paling lambat sekitar puku 14.00 WIB di lokasi yang sama.

"Karena ditinggal korban ke Banjarmasin, pelaku langsung dengan leluasa membuka lemari baju korban dan mengambil uang Rp1 juta di dalamnya serta BPKB sepeda motor milik korban," ucap Gultom.

Kemudian tersangka yang sudah mendapatkan uang, BPKB dan sepeda motor, pergi dari kediaman korban dan menjual sepeda motor tersebut kepada seseorang yang ia tidak kenal di Kecamatan Sabangau dengan harga Rp3,5 juta.

3 dari 3 Halaman

Dengan uang tersebut pelaku kabur ke Kapuas yang menjadi tempat persembunyiannya. Di Kapuas uang hasil penjualan sepeda motor dan uang korban lainnya itu dihabiskan untuk makan sehari-hari dan minum-minuman keras.

"Pria yang sudah mendekam di sel Mapolresta Palangka Raya ini, dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan 372 KUHP penggelapan dan penipuan barang milik orang lain dengan ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," katanya.

Sementara itu, EKS mengaku kepada penyidik bahwa dia melakukan perbuatan seperti itu sudah empat kali, yakni di Palangka Raya, Kapuas dan Katingan.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka itu didapatkan saat berada di dalam penjara, ketika dia tersandung kasus narkoba dan divonis beberapa tahun oleh hakim.

"Cara seperti itu saya belajar dari teman sewaktu di penjara. Kemudian perbuatan seperti itu telah saya lakukan empat kali," katanya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR