HOME » BERITA » OLI BERWARNA HITAM BELUM TENTU JELEK, KOK BISA?

Oli Berwarna Hitam Belum Tentu Jelek, Kok Bisa?

Rabu, 15 Mei 2019 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi oli berwarna hitam (popularmechanic.com)

OTOSIA.COM - Baru saja oli kendaraan diganti. Tapi kok sudah menghitam saja sih. Jangan-jangan oli palsu nih.

Jika mengalami hal seperti itu, ada baiknya jangan terburu menyimpulkan bahwa oli yang cepat berubah warnanya adalah oli berkualitas jelek. Menurut laman Top One Indonesia, warna bukan jadi patokan kualitas oli.

"Tak selamanya oli berwarna hitam itu berarti jelek. Oli yang sudah dituang dalam mesin, pasti saat dikeluarkan lagi, oli sudah hitam. Hal tersebut wajar, karena oli sudah tercampur dengan residu ruang mesin, jadi bukan berarti oli jelek," ujar Marketing Manager Oli TOP1 Indonesia, Martin.

Pada dasarnya, selain sebagai pelumas oli mesin juga berfungsi membersihkan permukaan dinding silinder dari berbagai zat perusak yang ditimbulkan akibat proses pembakaran. Jadi, oli yang berubah warna menjadi hitam setelah pemakaian justru bukti bahwa oli bekerja dengan baik.

"Warna hitam saat oli sudah digunakan dikarenakan zat pembersih, umumnya 80 persen oli terdiri atas based oil dan 20 persennya zat aditif. Aditif ini bermacam-macam, salah satunya adalah zat pembersih," katanya.

Zat aditif sendiri adalah zat vital yang diformulasikan untuk meningkatkan performa oli. Setiap merek oli memiliki zat aditif yang berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis kendaraan.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR