HOME » BERITA » OLI MOTOR SEHARGA RP425 RIBU, APA ISTIMEWANYA?

Oli Motor Seharga Rp425 Ribu, Apa Istimewanya?

Senin, 06 Agustus 2018 10:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Event GIIAS 2018 menjadi ajang bagi produsen pelumas dalam dan luar negeri untuk memperkenalkan ragam produknya untuk berbagai jenis menisn dan tipe kendaraan. Di antaranya ada yang merilis pelumas baru pada ajang ini, termasuk untuk kebutuhan offroad maupun adventure.

Pertumbuhan sepeda motor dual purpose, terutama yang premium tidak sebanyak motor konvensional, namun pehobi adventure dan trail boleh dibilang tidak juga sedikit, bahkan makin tumbuh. Karenanya jenis motor ini butuh pelumas yang pas.

Ini juga yang mendasari produsen pelumas asal Perancis, Motul, merilis Motul 300V2 4T Factory Line 10W50 di GIIAS. Oli baru ini merupakan pengembangan dari produk terdahulu yaitu Motul 300V.

Perbedaannya produk kali ini jauh menggunakan lebih sedikit bahan baku fosil dan juga limbah karbon proses pembuatan pelumas berkurang 18%.

Menurut jelas Carlo Savoca sebagi GM Motul Indonesia, pelumas 300V2 diciptakan untuk kebutuhan sepeda motor khusus motor off road maupun on road. “Motul 300V2 telah digunakan di banyak ajang motorsport kelas dunia,” katanya.

Harga yang ditawarkan untuk oli sintetik ini pun cukup mahal, yakni di Rp 425 ribu per liter (harga eceran tertinggi). Harga yang terbilang besar, apa keistimewaan pelumas ini? Motul mengklaim oli ini sanggup bertahan dari suhu panas 200 derajat celcius. Namun artinya tetap saja mesin yang kalah, bukan pelumas. Kemampuan maksimalnya pada suhu 150 derajat celcius.

“Kualitas oil film pada pelumas ini menghasilkan gesekan yang rendah pada putaran tinggi, sehingga tenaga yang dihasilkan bertambah. Oli ini memberikan perlindungan akan gesekan, dengan cara meningkatkan cengkraman pada kopling untuk motricity yang lebih baik. Pada kecepatan perputaran rendah, dapat meningkatkan torsi dengan tingkat oksidasi baik, sehingga usia pelumas lebih panjang,” klaim Carlo.

Reporter : Nazarrudin Ray

 (kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR