HOME » BERITA » PRODUKSI MOBIL NISSAN TERGGANGU AKIBAT ULAH RANSOMWARE

Produksi Mobil Nissan Terggangu Akibat Ulah Ransomware

Sabtu, 20 Mei 2017 18:15

Produksi Mobil Nissan Terggangu Akibat Ulah Ransomware
Image by sky
Editor : Magang | Reporter : Nicko Novanto

Otosia.com - Belakangan ini, publik digemparkan dengan serangan virus Ransomware yang menyerang seluruh komputer di dunia, termasuk di Indonesia. Virus tersebut mampu mengkunci penggunaan komputer, sehingga pengguna tidak dapat mengakses seluruh file atau dokumen yang ada di dalamnya. Dan agar dapat mengaksesnya kembali, para penggunanya harus membayar uang tebusan dalam bentuk bitcoin.

Virus itu juga menyerang beberapa tempat seperti di Rumah Sakit, ATM, dan juga beberapa perusahaan-perusahaan besar lainnya, termasuk pabrik mobil milik Nissan yang dikabarkan terkena serangan virus Ransomware. Saat Nissan mengetahui virus tersebut menyerang perusahaannya, mereka mengaku bahwa tim IT Nissan telah mengecek kerusakan yang dihasilkan oleh virus itu dan sejauh ini tidak mengganggu bisnis mereka yang sedang berjalan.

Dikutip dari sky.com (13/05), pabrik tersibuk Nissan di Sunderland, Inggris terpaksa harus menghentikan produksi mobilnya akibat serangan virus mematikan itu. Sementara itu, Nissan masih menyelidiki dan berusaha untuk menuntaskan masalah itu.

Nissan bukanlah satu-satunya perusahaan yang terkena serangan masal ini, Renault juga ikut terkena serangan virus mematikan ini dan memaksa mereka untuk menghentikan produksi agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Pemerintah Inggris berusaha untuk menghentikan serangan virus ini, meskipun masih belum ada cara untuk menghentikannya.

Menurut Nissan pada tim redaksi News.sky, pabriknya di Inggris telah menjadi incaran virus tersebut dan diserang pada hari Jum'at lalu dan memberhentikan produksinya untuk sementara waktu hingga sistem pabrik terbebas dari serangan virus itu.

Hingga saat ini, serangan yang merugikan banyak pihak itu telah mengambil sebanyak $150,000 (Rp 2 miliyar) dalam bentuk bitcoin. Pihak Microsoft berusaha mencari orang yang harus bertanggung jawab atas serangan ini.

Untuk sementara waktu, masih belum ada cara untuk menangkal virus tersebut, namun, Microsoft menyarankan untuk segera update serta memasang anti-virus komputer untuk mencegah virus nakal itu masuk.

(kpl/nic/mag)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-6-8
detail

BERITA POPULER