HOME » BERITA » PAJAK 0 PERSEN PEMBELIAN MOBIL BARU BIKIN UTANG RI MEMBENGKAK?

Pajak 0 Persen Pembelian Mobil Baru Bikin Utang RI Membengkak?

Pajak 0 persen mengakibatkan turunnya penerimaan negara dari kendaraan bermotor

Senin, 15 Februari 2021 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Pajak 0 Persen Pembelian Mobil Baru Bikin Utang RI Membengkak?
Booth Mazda di Telkomsel IIMS 2019. ©2019 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Sebagai upaya mendongkrak industri manufaktur yang sempat lesu karena COVID-19, pemerintah telah menyetujui relaksasi Tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2021 mendatang.

Hanya saja, kebijakan ini dinilai bakal membuat penerimaan negara dari kendaraan bermotor turun. Padahal, rasio pajak terus mengalami penurunan dan negara sedang alami pelebaran defisit anggaran. Hal ini disampaikan oleh Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara.

"Bagaimanapun juga penerimaan pajak dari kendaraan bermotor sangat penting untuk menambal pendapatan negara. Kalau penerimaan pajak turun maka defisit melebar konsekuensi ke potong anggaran yang esensial atau cari pinjaman utang baru," paparnya kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (12/2).

1 dari 4 Halaman

Selain itu, kebijakan pembebasan pajak mobil baru bertentangan dengan mobilitas penduduk saat ini. Di mana pemerintah terus mengkampanyekan selama pandemi masyarakat sebaiknya mengurangi mobilitas.

"Ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Apakah bisa insentif PPnBM akan langsung naikkan penjualan mobil? Saat ini masalah mobilitas penduduk yang masih rendah membuat prioritas belanja masyarakat bukan beli mobil baru," ujar Bhima.

2 dari 4 Halaman

Bhima mengatakan, saat ini prioritas belanja masyarakat bukan membeli mobil atau barang mewah. Tetapi lebih kepada kebutuhan sehari-hari berupa makanan, minuman dan kesehatan.

"Setidaknya jika prediksi bappenas soal virus bisa terkendali September 2021 maka prioritas belanja masyarakat adalah kesehatan, makanan minuman dan kebutuhan primer lain. Sedangkan kendaraan bermotor bukan prioritas utama, masih dianggap kebutuhan tersier bahkan di kelas menengah," jelasnya.

3 dari 4 Halaman

Berikut Ketentuan dan Jenis Mobil yang Bakal Mendapat Pembebasan Pajak Penjualan

Pemerintah resmi memberikan insentif fiskal berupa Penurunan Tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak industri manufaktur yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Sektor manufaktur sendiri memberikan kontribusi kepada PDB sebesar 19,88 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. Hal ini dilakukan karena Pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.

4 dari 4 Halaman

Relaksasi PPnBM, menurutnya, dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian. "Harapannya dengan insentif yang diberikan bagi kendaraan bermotor ini, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah atas akan meningkat, meningkatkan utilisasi industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini," kata dia dalam pernyataanya, Jumat (12/2).

Apalagi stimulus khusus juga diberikan di sejumlah negara lain di dunia untuk industri otomotif selama pandemi. Beberapa di antaranya adalah pengurangan pajak penjualan sebesar 100 persen untuk CKD (mobil yang dirakit di dalam negeri) dan potongan hingga 50 persen untuk CBU (mobil yang dirakit di negara asalnya) yang dilakukan oleh Malaysia.

Penulis: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR