HOME » BERITA » PAJAK NOL PERSEN DITOLAK, PEDAGANG MOBIL BEKAS GEMBIRA

Pajak Nol Persen Ditolak, Pedagang Mobil Bekas Gembira

Pedagang mobil bekas rupanya menyambut dengan bersuka cita ditolaknya pajak nol persen untuk kendaraan baru. Pasalnya hal itu bisa berimbas pada penjualan mobil bekas.

Sabtu, 24 Oktober 2020 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pajak Nol Persen Ditolak, Pedagang Mobil Bekas Gembira
Penjualan mobil bekas (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Usulan pajak nol persen untuk kendaraan baru tak dikabulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebelumnya, usulan pajak nol persen itu disampaikan oleh Kementerian Perindustrian atas permintaan Gaikindo.

"Kita akan coba memberikan dukungan-dukungan untuk sektor industri secara keseluruhan melalui insentif yang kita sudah berikan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual terkait Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) beberapa waktu lalu, dikutip dari Liputan6.com.

Keputusan penolakan pajak 0 persen ini, ternyata cukup berdampak besar. Memang tidak hanya ke penjualan mobil baru, tapi juga mobil bekas (mobkas).

1 dari 2 Halaman

Pasalnya, saat wacana ini bergulir, banyak calon konsumen yang melakukan penundaan untuk membeli mobkas, karena berharap harga mobil baru nanti bisa lebih murah ataupun harga mobkas juga bisa terjun bebas.

"Pedagang kita sorak sorai bergembira. Kalau itu terjadi (pajak 0 persen mobil baru) itu kan ajaib, belum terjadi aja mereka (konsumen) sudah nunda, dan sudah pusing," jelas Herjanto Kosasih, Marketing Manager WTC Mangga Dua, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (23/10/2020).

2 dari 2 Halaman

Lanjut Herjanto, saat pengumuman penolakan pajak 0 persen, Senin (19/10/2020), sudah mulai berdatangan untuk melakukan transaksi pembelian mobil bekas.

"Kemarin yang nunda, buru-buru melakukan pembelian. karena, banyak konsumen yang ingin menggunakan kendaraan untuk pulang kampung saat libur panjang atau akhir tahun. Kalau mobil baru kan lama (pengurusan surat-suratnya)," tegasnya.

Penjualan mobkas sendiri, memang setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat jilid II mengalami penurunan, dan ditambah dengan wacana pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru juga membuat pasar semakin tiarap.

Penulis: Arief Aszhari

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR