HOME » BERITA » PAKAI APD, DOKTER RELA NAIK GUNUNG DEMI SELAMATKAN PASIEN

Pakai APD, Dokter Rela Naik Gunung Demi Selamatkan Pasien

Seorang dokter di Thailand kini jadi sorotan setelah perjuangannya mendaki gunung demi selawatkan 4 orang anak.

Jum'at, 01 Mei 2020 08:00 Editor : Dini Arining Tyas
Pakai APD, Dokter Rela Naik Gunung Demi Selamatkan Pasien
Perjuangan dokter Soi (Facebook/PRD Nan)

OTOSIA.COM - Potret seorang dokter yang mendaki gunung sembari memakai APD berwarna hijau menjadi sorotan. Dokter yang tengah viral di Thailand itu hendak menyelan pasien.

Dilansir dari Merdeka.com, dokter tersebut hendak menyelamatkan 4 pasien anak yang tengah menjalankan karantina mandiri selama 14 hari di atas gunung bersama ibu dan neneknya. Dokter Soi berhasil mendaki dua gunung dan menyeberangi sungai dengan memakai APD meskipun cuaca panas mencapai 38 derajat celcius.

Dalam foto yang diunggah oleh akun Facebook PRD Provinsi Nan, Thailand, itu dokter Soi tampak ditemani oleh asistennya. Kala itu, dia sedang membaca beberapa file di klinik desanya.

Lalu sebuah telepon masuk, mengabarkan bahwa ada anak di atas gunung yang mengalami demam, batuk, dan pilek. Mereka bingung bagaimana cara penangan pertama yang tepat.

1 dari 4 Halaman

Facebook/PRD Nan

Dokter Soi lantas pergi ke desa menggunakan sepeda motor. Ketika mereka berada di daerah pedesaan, hanya ada jalan tanah yang curam dan sempit. Sering kali dokter Soi harus berjalan sementara asistennya mengendarai sepeda motor.

Rumah yang ditinggali oleh tiga anak, satu bayi, ibu, dan seorang nenek itu berada di puncak gunung. Mereka bertahan selama 14 hari mengikuti aturan pemerintah selama lockdown.

Perjalanan menuju ke rumah yang sangat jauh dari pedesaan, memaksa mereka untuk melewati beberapa sungai. Dokter Soi juga mengalaminya, dan sudah bersiap sejak awal ketika dihubungi untuk mengenakan sepatu bot.

Asistennya sudah menunggu di puncak. Dokter Soi menunjukkan wajah begitu kelelahan hingga tergelincir dan jatuh beberapa kali.

2 dari 4 Halaman

Facebook/PRD Nan

Ketika ditanya, dia berusaha tampak sanggup, meski tubuhnya dirasa tidak kuat dengan lelah yang menjalar sampai tulang. Tangannya terus berusaha menggapai benda di sekitar untuk jadi penopangnya.

"Satu tangan membawa kantong obat, yang satunya memegang ranting anggur atau benda-benda di sepanjang jalan. Meskipun tergelincir berkali-kali. Aku terus menahan diri," ujar dokter Soi.

Semakin dekat dengan puncak, dokter Soi mulai melihat ada gubuk kayu kecil di tengah-tengah peternakan. Rumah kecil beratapkan rumput itu berada di wilayah yang nampak gersang.

Dokter Soi merasakan air matanya mengalir deras tetapi dia menutupinya dengan bertanya kepada anak-anak, apakah tinggal di pertanian itu menyenangkan.

3 dari 4 Halaman

Facebook/PRD Nan

Dokter Soi segera memeriksa keadaan semua anaknya yang mengaku sakit. Dia khawatir jika harus pulang dengan menyusuri jalan tanah di malam hari.

Ternyata ketiga anak diperkirakan usia 4 hingga 7 tahun ini mengalami demam, batuk dan pilek biasa. Sang bayi juga mengalami hal serupa, dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat. Bersyukurlah tidak ada tanda sesak napas.

Dokter Soi meninggal beberapa obat dan meminta ibunya untuk terus mengawasi kondisi keempat anaknya.

 

4 dari 4 Halaman

Facebook/PRD Nan

Dokter Soi dan asistennya kembali ke klinik dan merasa sangat lega dapat kembali ke rumah. Dia mengaku tidurnya menjadi tidak nyenyak memikirkan keadaan anak yang sakit di atas gunung.

Setelah tiga hari berlalu, seorang warga desa yang kerap mengantarkan makanan dan air ke keluarga tersebut datang ke klinik.

Dia melaporkan bahwa keempat anak di sana telah pulih. Dokter Soi mengatakan, bahwa merasa sangat lega dan hal itu mampu melupakan semua kelelahan dan kesulitan yang dia hadapi sebelumnya.

Dokter Soi merupakan salah satu dokter yang menginspirasi untuk berjuang keluar di masa sulit seperti ini.

BERI KOMENTAR