HOME » BERITA » PAKAI ASURANSI MOBIL DIGITAL, INI 8 TIPS AGAR AMAN DARI PENCURIAN DATA PRIBADI

Pakai Asuransi Mobil Digital, Ini 8 Tips Agar Aman dari Pencurian Data Pribadi

Asuransi kendaraan digital di satu sisi memudahkan, namun di sisi lain mengundang kekhawatiran akan keamanan, terutama dalam hal privasi data.

Jum'at, 26 Maret 2021 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Pakai Asuransi Mobil Digital, Ini 8 Tips Agar Aman dari Pencurian Data Pribadi
Ilustrasi asuransi kendaraan digital (americavoted.com)

OTOSIA.COM - Ada beberapa jenis produk asuransi yang sudah marak ditawarkan secara digital, termasuk asuransi mobil. Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan berbagai produk asuransi berbasis digital ini melalui bermacam platform.

Riset Swiss Re Institute mengungkapkan bahwa 76 persen masyarakat Indonesia tertarik membeli produk asuransi digital. Namun kemudahan digital juga mengundang kekhawatiran akan keamanan, terutama dalam hal privasi data. Hal ini tentu dapat menjadi ancaman bagi pengguna, terutama untuk aktivitas online yang vital seperti bertransaksi, termasuk membeli asuransi jika tidak didukung oleh peraturan dan sistem yang menunjang.

Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber, Kaspersky, pada pertengahan 2020 mengungkapkan bahwa 40 persen konsumen dari Asia Pasifik menghadapi insiden kebocoran data pribadi yang diakses oleh orang lain tanpa persetujuan.

1 dari 5 Halaman

Menurut Badan Siber dan Sandi Negara, sepanjang Januari hingga Agustus 2020, terdapat hampir 190 juta upaya serangan siber di Indonesia. Angka ini meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Kami memahami bahwa keamanan siber masih menjadi sebuah tantangan besar. Terlebih sejak terjadinya pandemi COVID-19, di mana masyarakat dipaksa melek digital dan bergantung pada teknologi digital hingga berujung pada meningkatnya kejahatan siber," ujar Chief Digital Officer, Allianz Life Indonesia, Mike Sutton.

Menurut Mike Sutton, agar aman dari pencurian data pribadi secara online maka sedikitnya harus melakukan 8 hal. Berikut tips agar aman dari pencurian data:

2 dari 5 Halaman

1. Jangan sembarangan menerima permintaan pertemanan di media sosial

Sebaiknya menggunakan fitur private pada akun media sosial. Dengan begitu, Anda dapat mengecek terlebih dahulu setiap orang yang ingin terkoneksi dengan Anda.

"Terlalu banyak memberikan informasi pribadi di laman profil juga sangat tidak disarankan, untuk mencegah penipu mengakses informasi personal," imbuhnya.

2. Jangan sembarang klik tautan mencurigakan

Jika menerima pesan yang tampak mencurigakan, sebisa mungkin jangan klik tautan apapun atau membuka lampiran dalam pesan tersebut. Peretas mungkin mencuri data Anda melalui tautan tersebut.

3 dari 5 Halaman

Asuransi digital rentan terkena kejahatan siber (americavoted.com)

3. Jangan gunakan password yang mudah ditebak

Biasanya platform online menganjurkan pengguna untuk menggunakan password yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, huruf kapital serta simbol untuk meminimalisir password dapat ditebak dengan mudah. Selain memilih password yang tidak terlalu mudah, jangan lupa untuk mengganti password secara berkala.

4. Memastikan keamanan jaringan

Terkadang masyarakat terlena dengan tersedianya jaringan WiFi publik. Padahal, memakai jaringan WiFi publik tidak selalu aman karena sangat rentan disusupi hacker jahat yang mencuri data pribadi.

"Sangat disarankan untuk tidak menggunakan WiFi publik terutama saat melakukan transaksi pembayaran atau membuka akun bank. Dan pastikan log out setelah pemakaian," paparnya.

4 dari 5 Halaman

5. Selalu perhatikan keamanan situs

Pastikan situs yang dikunjungi dimulai dengan alamat https:// untuk menjamin keamanan situs. Pertukaran data dalam situs HTTPS terjaga dari pengubahan dan pencurian.

6. Manfaatkan penggunaan notifikasi log in

Notifikasi log in berguna untuk menginformasikan jika ada pihak tak dikenal yang berusaha masuk ke akun Anda. Notifikasi ini biasanya akan dikirimkan melalui email atau sms dengan menerangkan jenis gadget, lokasi dan waktu terjadinya log in.

5 dari 5 Halaman

7. Aktifkan otentikasi dua langkah

Otentikasi dua langkah merupakan langkah verifikasi tambahan untuk masuk ke akun. Salah satu otentikasi dua langkah yang paling sering digunakan adalah kode OTP yang dikirim melalui SMS atau telepon dan jangan memberikan PIN maupun kode OTP ini kepada siapapun.

8. Jangan simpan data kartu kredit di website atau akun e-commerce yang tidak kredibel.

Saat ingin mendaftarkan kartu kredit untuk pembayaran di e-commerce atau online shop, pastikan kredibilitas dari website dan perusahaan e-commerce atau online shop tersebut agar terhindar dari pembobolan kartu kredit.

"Jangan lupa untuk segera menghapus data kartu kredit seperti seperti nomor kartu kredit, nama lengkap, nomor CVV sesaat setelah melakukan transaksi." tutupnya.

BERI KOMENTAR