HOME » BERITA » PAKAI PERINTAH SUARA, BERIKUT FAKTA PENEMUAN KACAMATA PENDETEKSI COVID-19

Pakai Perintah Suara, Berikut Fakta Penemuan Kacamata Pendeteksi COVID-19

Kacamata pendeteksi virus Corona (COVID-19) disebut bisa mendeteksi 200 orang dalam waktu singkat.

Jum'at, 01 Mei 2020 13:00 Editor : Dini Arining Tyas
Pakai Perintah Suara, Berikut Fakta Penemuan Kacamata Pendeteksi COVID-19
Kacamata pendeteksi COVID-19 (Merdeka.com/Rokhid (China))

OTOSIA.COM - Para ilmuwan kini juga tengah mencari vaksi yang tepat untuk virus Corona (COVID-19). Selain itu, ada banyak pula upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk menangkal virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Sejumlah perusahaan turut membantu penanganan Covid-19 ini dengan memberikan donasi atau berusaha membuat teknologi yang berguna dalam dalam menangani penyebaran virus corona.

Informasi yang dilansir dari Tech Crunch melalui Merdeka.com, pada Kamis (30/4/2020), sebuah perusahaan start up bernama Rokid di China telah membuat kacamata yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia. Perusahaan berbasis teknologi kecerdasan buatan tersebut menamai kacamata tersebut dengan nama T1.

Bagaimana fakta-fakta mengenai kacamata T1 tersebut? Simak ulasannya berikut.

1 dari 5 Halaman

Deteksi 200 Orang

Liang Guan selaku Direktur Rokid mengungkapkan bahwa kacamata T1 tersebut dibuat dengan menggunakan motherboard Qualcomm dengan dilengkapi kamera yang mempunyai resolusi sebesar 12 megapiksel.

Maka dengan motherboard seperti itu kacamata T1 tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh 200 orang dalam waktu dua menit saja dengan jarak jangkauan 3 meter.

2 dari 5 Halaman

Teknologi yang Digunakan

Sedangkan untuk pengoperasian kacamata ini cukup mudah. Kacamata T1 dilengkapi dengan fitur pengoperasian tanpa tangan yang didukung dengan AR atau Augmented Reality. Kaca mata ini dioperasikan dengan menggunakan perintah suara untuk merekam video dan melakukan pengambilan gambar.

Jika sudah melakukan deteksi suhu tubuh, kacamata T1 tersebut akan melakukan pengenalan wajah dan melakukan pengelolaan data. Kemudian, data-data tersebut bisa dipindahkan ke perangkat komputer lain menggunakan kabel USB.

3 dari 5 Halaman

Pengembangan yang Cepat

Karena kebutuhan kacamata T1 ini bisa dibilang sangat darurat, maka perusahaan Rokid tersebut dapat menyelesaikan proses pengembangan yang memakan waktu hanya dua bulan saja.

Beberapa perusahaan juga diketahui telah memakai kacamata T1 tersebut, namun tidak bisa diketahui berapa perusahaan yang telah menggunakannya.

4 dari 5 Halaman

Sudah Banyak Digunakan

Salah satu perusahaan yang menggunakan kacamata T1 tersebut adalah perusahaan komersil asal China bernama Weee!. Larry Liu selaku pendiri perusahaan tersebut juga mengungkapkan bahwa perusahaannya menggunakan kacamata T1 tersebut untuk mendeteksi suhu tubuh para pekerjanya yang bekerja di gudang.

Sedangkan untuk penggunaan lainnya adalah untuk digunakan para karyawan taman nasional, instansi pendidikan, dan pemerintahan untuk mendeteksi virus corona.

5 dari 5 Halaman

Penjualan Terbatas

Setelah melakukan pemasaran di wilayah China, Liang Guan berencana menjual kacamata T1 tersebut ke Amerika Serikat. Dengan menggunakan sistem penjualan business to business, kacamata T1 tersebut diharapkan bisa membantu beberapa instansi di Amerika Serikat walaupun pihak regulator di Amerika Serikat menaruh kewaspadaan terhadap kacamata T1 tersebut.

Kacamata T1 tersebut dinilai dapat mengumpulkan informasi mengenai data-data warga negara Amerika Serikat. Namun hal itu langsung ditepis oleh Liang Guan karena kaca mata ini tidak akan mengumpulkan informasi atau data-data secara langsung.

"Kami beranggapan bahwa kacamata T1 ini dapat membantu masyarakat yang harus bekerja di lapangan. Mengenai perangkat ini, perusahaan kami tidak mengambil data apa pun ke jaringan komputer yang terhubung secara online. Privasi sangatlah penting bagi pelanggan yang membutuhkan, jadi perusahaan kami akan menyimpan pengukuran data secara lokal saja," ungkap Liang.

BERI KOMENTAR