HOME » BERITA » PANDEMI BIKIN PEMILIK MOBIL PILIH HOME SERVICE

Pandemi Bikin Pemilik Mobil Pilih Home Service

Pada masa pandemi COVID-19 Mitsubishi mencatat telah terjadi kenaikan drastis permintaan layanan Home Service setiap bulan.

Minggu, 12 September 2021 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Pandemi Bikin Pemilik Mobil Pilih Home Service
Ilustrasi servis Mitsubishi (MMKSI)

OTOSIA.COM - Pandemi tidak ditampik memunculkan banyak keunikan, termasuk dalam urusan perawatan kendaraan.

Ketika mobil tetap dipakai bepergian, perawatan ke bengkel jadi sesuatu yang mungkin dihindari bersamaan dengan PPKM dan pembatasan ke tempat-tempat umum.

Tidak heran jika kemudian home service menjadi sesuatu yang dipilih. Bengkel pun dalam hal ini ibarat didatangkan ke rumah.

"Kalau berdasarkan data kita Juli 2021, kosumen yang telah menggunakan home service 950 customer," ujar Ronald Reagan, DGH After Sales & CS Operation Group MMKSI dalam webinar bersama media, Kamis (9/9/2021).

1 dari 3 Halaman

MMKSI sendiri memang fokus pada kondisi pandemi. Mereka punya gratis fogging disinfectant, emergency service, service booking, dan program lainnya termasuk home service.

"Data jumlah customer yang memanfaatkan layanan ini dari pantauan kita semakin meningkat dari bulan ke bulan terutama masa PPKM," tambahnya.

Sebagai informasi, kata dia, layanan home service Mitsubishi ini tersedia di dealer-dealer mereka di seluruh Indonesia.

2 dari 3 Halaman

"Customer dapat lakukan booking dengan MyMitsubihsiID atau menghubungi customer care kami. Atau kustomer sudah memiliki kontak atau menghubungi dealer yang dituju secara langsung," ujarnya.

Sharing knowledge dan Edukasi juga disediakan Mitsubishi untuk memastikan konsumen mendapat informasi program, termasuk menyediakan informasi terkait pemeliharaan kendaraan yang dapat dilakukan oleh konsumen di rumah.

 

3 dari 3 Halaman

Tips Rifat Sungkar

Tips pun antara lain disuguhkan oleh pereli Rifat Sungkar yang juga merupakan duta atau brand ambassador Mitsubishi.

"Saya selalu punya tips 'POWERS'. P untuk petrol dan paper, w untuk water, r untuk rubber dan s untuk safety," kata Rifat.

Untuk P yakni Petrol, kata dia. Banyak menurut Rifat yang bingung karena tidak paham BBM cocok.

"Kami sudah punya riset selama ini. Untuk tipe oktan yang dibutuhkan ini selalu jadi perdebatan, karena sifat dasar manusia cari yang paling efisien, jadi cari kualitas oktan yang lebih rendah. Padahal bisa menjadikan mobi knocking, rusak ruang bakar dan rusak piston," ujarnya kemudian melanjutkan pembahasan tips sebagai gambaran sharing.

 

BERI KOMENTAR