HOME » BERITA » PANDEMI COVID-19 BELUM USAI, KUMPULAN HOAKS SOAL MASKER INI JANGAN SAMPAI DIPERCAYA

Pandemi COVID-19 Belum Usai, Kumpulan Hoaks Soal Masker Ini Jangan Sampai Dipercaya

Jangan sampai percara ya Otolovers, ini kumpulan hoaks soal masker yang beredar luas

Senin, 19 Oktober 2020 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Pandemi COVID-19 Belum Usai, Kumpulan Hoaks Soal Masker Ini Jangan Sampai Dipercaya
Ilustrasi orang pakai masker saat wabah Virus Corona COVID-19 di Indonesia. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

OTOSIA.COM - Saat ini pandemi Corona (COVID-19) belum usai. Oleh sebab itu setiap orang diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya adalah menggunakan masker saat berada di luar rumah, termasuk berkendara.

Sayangnya sejak pandemi virus corona covid-19 beberapa bulan lalu, masker selalu menjadi sasaran hoaks. Sehingga tak sedikit orang yang menjadi korban hoaks tersebut.

Hingga kini hoaks soal masker juga terus beredar di masyarakat. Baik melalui aplikasi percakapan maupun media sosial.

Lalu apa saja hoaks soal masker yang marak belakangan ini? Berikut rangkumannya:

1 dari 4 Halaman

1. Cek Fakta: Hoaks Suhu Panas Masker Bisa Bikin Penderita Hipotiroid Positif Covid-19

Ilustrasi Masker (pixabay.com)

Beredar di media sosial postingan terkait masker dan covid-19. Postingan tersebut mengklaim masker bisa menyebabkan seseorang yang hipotiroid jadi positif covid-19.

Akun yang memposting tersebut adalah akun Lois Lois di Facebook. Dia mengunggahnya pada Jumat (16/10/2020).

Berikut isi postingannya:

"Suhu panas dan CO2 akibat selalu pakai masker akan membuat Rapid dan PCR bisa (+) pd hypothyroid. Hati2 ketangkep alat"

Pada postingan lain di hari yang sama ia juga mengunggah narasi "Anjuran utk selalu pakai masker adalah jebakan maut!"

Sementara sehari sebelumnya ia memposting narasi "covid-19 adalah hawa panas masker+CO2 yang menurunkan keasaman darah"

Lalu benarkah klaim soal masker dan CO2 yang diposting oleh akun tersebut? Simak artikel berikut ini...

2 dari 4 Halaman

2. Cek Fakta: Hoaks Memakai Masker Bisa Memicu Kanker

Ilustrasi orang pakai masker saat wabah Virus Corona COVID-19 di Indonesia. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Beredar di media sosial klaim soal memakai masker bisa menyebabkan kanker. Klaim ini ramai dibagikan pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah @narendramodi di Twitter. Berikut isi postingannya:

"MASKS CAUSE CANCER!! Masks reduce the level of Oxygen in the respiratory system and in the blood stream. This is one of the main triggers for cancer. Using mask even for 1 minute increases the CO2 to 4000 ppm, whereas the highest permit is 1200 ppm - Belgium Doctors Assn"

atau dalam Bahasa Indonesia:

"MASKER PENYEBAB KANKER !! Masker mengurangi tingkat Oksigen dalam sistem pernapasan dan aliran darah. Inilah salah satu pemicu utama terjadinya kanker. Penggunaan masker bahkan selama 1 menit meningkatkan CO2 menjadi 4000 ppm, sedangkan izin tertinggi 1200 ppm - Belgium Doctors Assn"

Lalu benarkah memakai masker bisa memicu terjadinya kanker? Simak artikel berikut ini...

 

3 dari 4 Halaman

3. Cek Fakta: Hoaks Gambar Bakteri pada Masker Usai Dipakai 20 Menit

Ilustrasi masker. (dok. Pixabay.com/viarami)

Beredar sebuah postingan di media sosial gambar masker yang penuh bakteri setelah dipakai. Postingan ini ramai dibagikan sejak akhir bulan lalu.

Salah satu akun yang membagikannya adalah Mary Spry Beals. Dia mempostingnya pada 1 Oktober 2020 lalu.

Dalam postingannya terdapat gambar masker dengan tulisan "masks are dead". Lalu disertai narasi, "here is bacteria froma a mask worn for 20 minutes and then cultured in a petri dish."

Yang artinya, "masker sudah mati" dan "Ini bakteri dari masker yang dipakai selama 20 menit dan kemudian dibiakkan dalam cawan petri."

Lalu benarkah ada bakteri dan kotoran pada masker setelah dipakai selama 20 menit? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam artikel berikut ini...

 

4 dari 4 Halaman

4. Cek Fakta: Tidak Benar Menggunakan Masker akan Berakibat Keracunan CO2

Cek Fakta Liputan6.com mendapati kalim menggunakan masker berakibat keracunan karbondioksida (CO2).

Klaim menggunakan masker berakibat keracunan CO2 diunggah akun Facebook Soelaiman Sr., pada 2 Oktober 2020.

Unggahan tersebut berupa keterangan sebagai berikut:

"OH.. TERNYATA AKTIVIS ANTI MASKER DIA INI. Hayoolah .. kita buat gerakan yang sama sebagai aktivis anti Masker, agar kita tidak ketergantungan dan menyelamatkan banyak nyawa Manusia dari dampak terlalu lama dan terlalu Sering menggunakan Masker, yang bisa mengakibatkan HYPOXIA dan MATI karna fungsi paru" tidak lagi Normal dan keracunan CO2 kita sendiri. buat gerakan anti Masker agar kita tidak mudah di kontrol dan di kendalikan seperti Robot.Orang Sehat .. Gunakan OTAK."

Benarkah menggunakan masker berakibat keracunan CO2? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di artikel berikut ini...

Penulis: Adyaksa Vidi

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR