HOME » BERITA » PANDEMI COVID-19: MUDIK LEBARAN 2020 BERPOTENSI DILARANG

Pandemi COVID-19: Mudik Lebaran 2020 Berpotensi Dilarang

Mudik Lebaran 2020 berpotensi dilarang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Sabtu, 18 April 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pandemi COVID-19: Mudik Lebaran 2020 Berpotensi Dilarang
Situasi GT Palimanan saat mudik 2019 (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Hingga saat ini pemerintah memang belum secara resmi melarang warga untuk mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Hanya aja warga diimbau untuk tak mudik agar tak membuat pandemi COVID-19 semakin luas.

Sementara itu menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, mudik tahun ini berpotensi dilarang. Hanya saja kini masih menunggu keputusan final pemerintah pusat.

"Kan mudik belum dilarang, tapi potensi dilarang ada. Indikatornya apa, pasti penyebaran dan jumlah orang yang terkena. Tapi kalau potensi berapa yang terpapar itu di luar kompetensi saya, itu Kemenkes," papar Budi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (17/4/2020) seperti disitat dari Liputan6.com.

1 dari 2 Halaman

Dia mengaku pihaknya kini diperintahkan untuk membuat skema mobilisasi baik transportasi umum maupun pribadi, jika mudik Lebaran 2020 diputuskan dilarang.

Namun, Budi mengatakan pihaknya diperintahkan untuk membuat skema mobilisasi baik transportasi umum maupun pribadi apabila nanti mudik Lebaran diputuskan dilarang.

"Perkiraan saya kalau mudik dilarang, karena nanti sore Pak Luhut minta kepada saya kalau ada pernyataan mudik dilarang, skema kita seperti apa, semua memaparkan pergerakan moda transportasi umum, kalau saya ada kendaraan pribadi juga. Indikator suatu kebijakan dipertimbangkan dari semua aspek," katanya.

2 dari 2 Halaman

Kendati demikian ia menunggu keputusan pemerintah di tingkat Menteri Koordiantor Bidang Maritim dan Investasi. "Saya akan menunggu keputusan pemerintah," kata Budi seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyebutkan masih ada 1,3 juta orang terutama yang tinggal di Jabodetabek siap melakukan tradisi mudik.

Sementara itu, untuk sebaran mobilitas mudik, di antaranya Jawa Barat 13 persen, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta 41 persen, Jawa Timur 20 persen, Lampung serta Sumatera Selatan delapan persen.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menilai karakter orang Indonesia yang sulit diimbau untuk tidak mudik, apalagi kegiatan setahun sekali itu sudah menjadi tradisi. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 seharusnya mudik dilarang.

Agus mengkategorikan tiga asal pemudik yakni nekat mudik karena budaya mudik tahunan, nekat mudik karena tidak ada pemasukan biaya hidup, dan bersikeras mudik karena permintaan orangtua dan keluarga.

BERI KOMENTAR