HOME » BERITA » PARA PENELITI MULAI LATIH ANJING UNTUK DETEKSI CORONA (COVID-19) PADA MANUSIA

Para Peneliti Mulai Latih Anjing untuk Deteksi Corona (COVID-19) pada Manusia

Anjing-anjing yang telah dilatih itu akan men-screening orang-orang di bandara, tempat-tempat bisnis, serta rumah sakit-rumah sakit guna mencegah penyebaran COVID-19

Senin, 04 Mei 2020 13:30 Editor : Ahmad Muzaki
Para Peneliti Mulai Latih Anjing untuk Deteksi Corona (COVID-19) pada Manusia
Anjing Shetland Sheepdog (iStockphoto)

OTOSIA.COM - Pandemi Corona (COVID-19) hingga kini masih terus meluas penyebarannya dan korban yang terinfeksi terus bertambah. Baru-baru ini universitas yang ada di Pennsylvania dan Inggris tengah melatih untuk mengendus orang yang terjangkit COVID-19.

Melansir Liputan6.com, anjing-anjing yang telah dilatih itu akan men-screening orang-orang di bandara, tempat-tepamt bisnis, serta rumah sakit-rumah sakit guna mencegah penyebaran patogen. Hal itu diungkap oleh para peneliti di University of Pennsylvania dan London School of Hygiene & Tropical Medicine.

Lebih lanjut, keberadaan anjing-anjing itu bisa merevolusi respons kita terhadap COVID-19. Hal itu disampaikan kepala departemen kontrol penyakit London School of Hygiene & Tropical Medicine James Logan.

Sebelumnya, para peneliti di sekolah kedokteran itu menunjukkan bahwa anjing bisa mengidentifikasi penyakit malaria pada manusia. Dan kini mereka berharap bisa melatih enam anjing yang bisa mengendus keberadaan COVID-19 di bandara di Inggris, melansir laman New York Post.

"Masing-masing anjing bisa memonitor hingga 250 orang per jam," ujar Logan. "Kami secara simultan mengerjakannya dalam satu bentuk untuk kemudian meningkatkannya sehingga bisa diterapkan di negara-negara lain, pada pintu-pintu masuk mereka, termasuk bandara."

1 dari 2 Halaman

Ada 8 Anjing yang Dilatih

Ada delapan anjing Labrador yang telah mulai dilatih di University of Pennsylvania untuk mengidentifikasi aroma, dikutip Washington Post. Anjing-anjing itu kemudian akan dilatih dengan menggunakan sampel urine serta air liur (saliva) dari pasien yang positif maupun negatif COVID-19.

"Kami tidak tahu bahwa ini akan benar-benar menyangkut aroma virus itu, atau respons pada virus, atau kombinasi keduanya," ujar direktur Working Dog Center di Penn's School of Veterinary Medicine Cynthia Otto.

Menurutnya, anjing-anjing itu tak peduli apa aroma itu. Yang mereka pelajari adalah ada yang berbeda dari sampel dibandingkan tentang sampel itu sendiri.

2 dari 2 Halaman

Tahapan akhir dan paling sulit dari pelatihan itu adalah mengajari anjing-anjing untuk mengendus virus pada manusia.

"Itu akan menjadi bukti berikutnya dari konsep: Bisakah kami melatih mereka untuk mengidentifikasi virus ketika seseorang mengidapnya dan pergerakan orang itu?" ujar Otto.

Permintaan akan anjing yang bisa mengendus virus sangat tinggi di AS. Para ilmuwan dan dokter mungkin akan menggunakan apa yang mereka pelajari dari hewan ituk menciptakan sebuah hidung elektronik atau sensor untuk mengidentifikasi patogen.

Tentunya ini bukanlah yang pertama kali. Di masa lalu anjing-anjing sudah ada yang pernah dilatih untuk bisa deteksi beragam penyakit, seperti malaria, kanker, hingga bakteri yang mematikan jeruk di Florida.

BERI KOMENTAR