HOME » BERITA » PATOK HARGA RP500 RIBU, TRAVEL JANJI ANTAR PEMUDIK SAMPAI KAMPUNG HALAMAN

Patok Harga Rp500 Ribu, Travel Janji Antar Pemudik Sampai Kampung Halaman

Pengusaha travel gelap mematok ongkos dengan nominal tinggi dan berjanji antar pemudik sampai di kampung halaman.

Senin, 11 Mei 2020 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Patok Harga Rp500 Ribu, Travel Janji Antar Pemudik Sampai Kampung Halaman
Polisi tahan 228 armada travel gelap (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pengusaha travel gelap seolah tak memiliki rasa takut mengangkut pemudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Mereka bahkan disebut mematok harga tinggi untuk mengangkut para pemudik.

Dilansir dari Merdeka.com, dalam iklannya, mereka coba meyakinkan pemudik bisa lolos dari pemeriksaan petugas dan jalur-jalur penyekatan. Sadar akan risiko, sebagai penggantinya pemilik travel menawarkan tarif fantastis dari biasanya bagi yang berminat.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, menaksir kenaikan tarif yang ditawarkan bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat. Misalnya ke tujuan Brebes. Tarif biasanya hanya Rp150 ribu. Tetapi oleh pengusaha travel gelap, dipatok Rp500 ribu.

1 dari 2 Halaman

Informasi ini didapat dari sopir travel yang tertangkap dalam operasi khusus pada 8 Mei 2020 hingga 10 Mei 2020. Setidaknya, ada 202 kendaraan travel gelap yang berhasil dijaring petugas kepolisian.

"Contohnya salah satu yang kita tangkap itu (ke Brebes). Ada juga yang ke Cirebon biasanya harga tiket hanya Rp100 ribu, tapi dia (travel gelap) mau mengangkut asal penumpang membayar Rp750 ribu," ujar dia saat Konferensi Pers di Polda Metro Jaya, Senin (11/5/2020).

Sementara itu, ada 1113 penumpang yang mencoba menggunakan jasa travel gelap untuk mudik.

2 dari 2 Halaman

"Penumpang hendak pulang ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tujuannya seperti Brebes, Tegal, Pekalongan, Tuban, Situbondo, Surabaya, Jogja, Malang, Cirebon hampir semua kota ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, yang turut mendampingi Dirlantas.

Yusri menerangkan, pemilik usaha travel gelap menawarkan jasa angkut mudik melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Ada pula yang ditawari dari mulut ke mulut.

"Jadi ada beberapa yang memang sudah bisa sekali dua kali ngantar ke Jawa kemudian balik lagi ke Jakarta dan mengantar lagi," terang dia.

BERI KOMENTAR