HOME » BERITA » PECINTA MATIK HARUS TAHU, INI BEDA HONDA PCX ABS DAN NON-ABS

Pecinta Matik Harus Tahu, Ini Beda Honda PCX ABS dan Non-ABS

Tahun lalu Honda PCX 150 mulai diluncurkan untuk pasar Indonesia, dengan dua varian, CBS dan ABS. Apa Bedanya?

Kamis, 23 Agustus 2018 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by AHM

OTOSIA.COM - Motor matik berukuran besar kini semakin menjamur di Indonesia. Termasuk pabrikan Honda yang memiliki Honda PCX 150.

Motor matik premium Honda ini meluncur mulai tahun 2017, dengna dua pilihan yakni CBS (non-ABS) dan ABS). Apa beda kedua varian tersebut?

Dari segi jantung pacu kedua varian PCX 150 mengusung mesinyang sama. Mesin berkapasitas 150 cc 4 langkah SOHC dengan sistem suplai bahan bakar PGM-FI. Mesin ini menggunakan pendingin cairan yang mampu menumpahkan daya 14,7 PS pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 13,2 Nm pada 6,500 rpm.

Keduanya juga sama-sama menggunakan suspensi telskopik di bagian depan dan twin di bagian belakang. Begitu pula dengan ukuran ban, keduanya kompak menggunakan ban ukuran 100/80 - 14 M/C di bagian depan dan 120/70 - 14 M/C di bagian belakang.

Foto by AHM

Hanya saja motor matik berdimensi 1.923 x 745 x 1.107 mm ini memiliki berat berbeda. Jika tipe non-ABS alias CBS seberat 131 kg, tipe ABS memiliki berat 132 kg. Kedua varian ini memiliki selisih berat 1 kg.

Sama seperti nama variannya, kedua varian PCX ini dibedakan pada sistem pengeremannya. Menggunakan Combi Brake System (CBS) dan Anti-Lock Braking System (ABS).

Kedua sistem pengereman ini memiliki fungsi yang berbeda. Sistem CBS ini akan bekerja dengan mendistribusikan tenaga ke dua komponen yakni roda belakang dan tuas ungkit. Sehingga knocker tertekan, dan akan menekan piston hidrolik yang reaksinya akan mengaktifkan rem cakram depan. CBS hidrolis dengan 3 piston caliper akan membagi kekuatan pengereman secara otomatis pada kedua roda, depan dan belakang selama proses pengereman.

Foto by AHM

Sedangkan sistem ABS sendiri merupakan sistem untuk menghentikan terjadinya penguncian roda saat rem ditarik mendadak atau terlalu keras. Sistem rem ini memungkinkan proses pengereman terjadi perlahan tanpa langsung mengcengkeram roda.

Jika terjadi penguncian, sistem ABS akan mendeteksi dan secara otomatis sensornya akan mengirimkan sinyal ke modul dan memerintahkan piston mengendur. Saat penguncian roda berkurang, piston rem akan ditingkatkan kembali.

Kedua sistem pengereman ini memiliki kelebihannya masing-masing. Pada sistem CBS, pengereman dianggap lebih optimal karena dilakukan langsung oleh rem depan dan belakang. Sementara sistem ABS, memungkinkan kendaraan tak mengalami slip saat direm.

Honda melego PCX 150 ini dengan harga Rp 27,8 jutaan untuk CBS (non-ABS) dan Rp 30,8 jutaan untuk varian ABS.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR