HOME » BERITA » PEDE BISA PERTAHANKAN POSISI KEDUA, DAIHATSU ANDALKAN MODEL MOBIL YANG SUDAH ADA

Pede Bisa Pertahankan Posisi Kedua, Daihatsu Andalkan Model Mobil yang Sudah Ada

Astra Daihatsu Motor pastikan tak akan memboyong mobil yang benar-benar baru ke pasar Indonesia. Model-model yang sudah masih jadi tulang punggung penjualan Daihatsu pada tahun 2020.

Jum'at, 10 Januari 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pede Bisa Pertahankan Posisi Kedua, Daihatsu Andalkan Model Mobil yang Sudah Ada
Daihatsu Sigra (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Daihatsu menjadi merek mobil yang terlaris kedua di Indonesia, dibawah Toyota sepanjang 2019 kemarin. Posisi kedua penjualan mobil Daihatsu ditopang oleh tiga produk terlaris mereka, yakni Gran Max, Sigra dan Xenia.

Meski posisinya terancam kompetitor lain yang sudah mulai masuk di segmen gemuk low MPV sejak beberapa tahun terakhir, Daihatsu mampu mencapai urutan kedua penjualan retail terbanyak di Indonesia selama 11 tahun bertutut-turut.

Sepanjang tahun 2019, Daihatsu telah menjual sekitar 177.500 unit. Pada bulan Desember 2019 sendiri, Daihatsu melepas 18.157 unit, atau naik 12 persen dibandingkan November 2019.

1 dari 3 Halaman

Pede Bisa Pertahankan Posisi Kedua, Daihatsu Andalkan Model Mobil yang Sudah Ada

Daihatsu akan berusaha mati-matian mempertahankan tahta runner up di tahun ini. Minimal mereka akan mengejar market share, setidaknya 17 persen pada tahun 2020 agar posisinya tidak tergoyahkan.

"Tahun ini kemungkinan sekitar 17,1 persen. Bagaimana pertahankan dua besar? Yang terpenting adalah  produk, networking, dan pricing karena terkait dengan itu. Meski situasi ekonomi sulit, kita coverage memperkuat sales dan layanan after sales," kata Head of Marketing Division Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso.

Masalah harga sangat diperhitungkan Daihatsu di tahun ini untuk menarik minat orang membeli Daihatsu. Pasalnya porsi pembelian mobil Daihatsu terbesar dilakukan secara kredit.

"Yang penting kedua adalah pricing. Karena 75 persen penjualan Daihatsu dibeli secara kredit. Maka kuncinya adalah mengeluarkan paket-paket kredit yang sesuai dengan segmennya, dan kita bekerjasama dengan ACC untuk mengeluarkan paket-paket kredit yang pas. Itulah yang menjadi kunci dari sales kita," terangnya.

 

2 dari 3 Halaman

Pada persaingan tahun lalu, secara terang-terangan Daihatsu menyebut Mitsubishi sebagai rival terberat mereka di tahun 2019. Dengan Xpander sebagai salah satu produk unggulannya, Mitsubishi sempat merongrong capaian pangsa pasar Daihatsu di tahun kemarin.

Namun pada tahun 2020, Daihatsu tidak lagi memandang Mitsubishi sebagai brand yang akan menggoyahkan posisi Daihatsu.

"Tahun kemarin rival kami adalah Mitsubishi. Tapi tahun ini kita prediksi akan berganti. Tahun ini lebih berat karena rival akan menerbitkan produk baru,? kata Marketing Director ADM, Amelia Tjandra.

3 dari 3 Halaman

Pede Bisa Pertahankan Posisi Kedua, Daihatsu Andalkan Model Mobil yang Sudah Ada

Daihatsu memang terkesan ngotot mempertahankan posisi kedua, sebagai brand paling banyak mobil di Indonesia. Sayangnya, upaya itu tak dibarengi dengan rencana menelurkan model yang benar-benar baru. Padahal, jika ada model yang benar-benar baru, mungkin bisa jadi senjata mematikan untuk memukul telak kompetitor dalam perebutan dominasi pasar otomotif Tanah Air.

Daihatsu Rocky yang dirumorkan akan melantai di tahun tikus logam ini pun dibantah pihak Daihatsu. ADM tetap mengandalkan model-model yang sudah ada sebelumnya.

"Produk baru Daihatsu tahun ini dipastikan tidak ada. Apakah Rocky diluncurkan, juga tidak ada," tegas Amelia Tjandra.

BERI KOMENTAR