HOME » BERITA » #PEJUANGMUATAN: LEGENDA PO SUMBER ALAM NOSTALGIA MOMEN MUDIK DI ERA DULU, PENUMPANG BERALAS KORAN

#PejuangMuatan: Legenda PO Sumber Alam Nostalgia Momen Mudik di Era Dulu, Penumpang Beralas Koran

Pengakuan sopir legenda PO Sumber Alam saat mudik di era dulu, penumpang beralaskan koran

Jum'at, 21 Januari 2022 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
#PejuangMuatan: Legenda PO Sumber Alam Nostalgia Momen Mudik di Era Dulu, Penumpang Beralas Koran
Ilustrasi bus Sumber Alam (Instagram/@sumberalam.id)

OTOSIA.COM - Mudik menjadi momen spesial bagi para perantau. Demi bisa berkumpul dengan keluarga tercinta di momen lebaran, mereka mau bersusah payah melakukan perjalanan jauh, seperti menaiki bus.

Di era sekarang mudik dengan menaiki bus sudah sangat nyaman. Namun berbeda halnya dengan era dulu, seperti cerita yang disampaikan oleh sopir legenda PO Sumber Alam dalam video unggahan channel YouTube Sumber Alam ID "Kisah Kasih Masa Lalu | Cerita Pak Tarno Selama Bekerja di Sumber Alam".

1 dari 6 Halaman

Kursi Cadangan

YouTube/Sumber Alam ID

Dalam video tersebut, CEO Sumber Alam Anthony Steven kedatangan tamu sopir legenda PO Sumber Alam bernama Tatok Sutarno. Pria yang bergabung dengan Sumber Alam pada tahun 80-an itu mengaku membawa kursi cadangan cukup banyak saat mudik lebaran. Kursi-kursi itu diletakkan di tengah atau area jalan para penumpang.

"Kadang-kadang saya bawa kursi lipet (kursi cadangan) lebih dari 20, sebanyak-banyaknya. Untuk di tengah itu, jadi kayak baris gitu," katanya.

2 dari 6 Halaman

Beralas Koran

Pria paruh baya yang memiliki julukan Tarno Kribo itu menjelaskan bahwa di eranya tak banyak bus yang beroperasi. Sehingga para penumpang tak ada pilihan lain, selain berdesak-desakan dalam bus.

Ia pun senang-senang saja dengan kondisi seperti itu. Sebab semakin banyak penumpang, maka gaji yang didapatnya semakin besar.

"Sedangkan dari Jakarta berdiri saja mau, modalnya koran duduk. Kalau sopir seneng wae komisi gede per kepala saat itu 25 ribu. Asal penumpang mau ya silahkan," katanya lagi.

3 dari 6 Halaman

Calo Kursi

Anthony Steven pun menimpali pengakuan Tarno Kribo. Di era dulu tepatnya di Pondok Ungu tak ada calo tiket. Namun oknum-oknum tersebut memiliki cara lain demi mendapatkan duit penumpang bus.

"Karena gak bisa calo tiket, mereka calo naik ke bis, duduk di kursinya, jadi kalo anda penumpang resmi sudah beli tiketnya harga resmi nih, mau duduk di sini harus ngasih uang

"Tapi sekarang sudah gak ada lagi," tegasnya.

4 dari 6 Halaman

#PejuangMuatan: Bos PO Haryanto Sempat Larang Wanita Cantik Liena Ozora Jadi Sopir Bus

Liena Ozora (Instagram/@liena_ozora)

Wanita cantik Liena Ozora merupakan sopir bus PO Agra Mas. Siapa sangka ia memiliki kenangan-kenangan indah bersama bos PO Haryanto Rian Mahendra saat awal-awal meniti karier di dunia transportasi.

Nostalgia keduanya diungkap dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube Rian Mahendra dengan tajuk "Lina Ozora || driver Cantik Agra Ini Ternyata Punya Masa Lalu Sama Mas RIan || Bonus Yono dan Yunan" pada 23 Desember 2021.

5 dari 6 Halaman

Siapa sangka Rian dan Liena sudah akrab sejak lama. Saking lamanya, Rian sendiri sampai lupa pertama kali keduanya kenal hingga bekerja bareng.

"Aku tuh deket sama Lina udah dari dulu, sejak buka Wonogiri," kata Rian

"Lama ya mas, dah berapa tahun mas?," tanya Liena

"Lama banget lah," jawab Rian

Ternyata Liena merupakan sosok yang membantu Rian saat mengambangkan usahanya di Wonogiri. Bahkan ibu 3 anak tersebutlah yang menyetiri Rian saat belanja keperluan kantor.

"Dulu yang pertama kali ngebantuin gua belanja buat kantor Wonogiri yang nyupirin Lina, jangan salah," jelas Rian.

"Dia dulu sukanya memang nongkrong sama anak-anak bis," jelasnya lagi.

6 dari 6 Halaman

Meski sangat akrab, namun Rian sempat menolak keinginan Liena untuk menjadi sopir bus pada 2017. Rian malah meminta Liena untuk bekerja di kantor, salah satu alasannya karena seorang wanita.

"Malah aku disuruh di kantor," kata Liena.

"Tapi memang sama sekali belum pernah bawa bis, bukan mas Rian nggak percaya mungkin suruh banyak belajar dulu," jelas Liena lagi.

"Betul, biar dia latihan dulu. Kalau udah jadi senior udah berpengalaman banget baru," jawab Rian.

"Ditolak mentah-mentah sama mas Rian," timpal Liena.

BERI KOMENTAR