HOME » BERITA » PELAT NOMOR DI INDONESIA AKAN MENGGUNAKAN CHIP, PELANGGAR MAKIN TAK BERKUTIK

Pelat Nomor di Indonesia Akan Menggunakan Chip, Pelanggar Makin Tak Berkutik

Selain warna, pada pelat nomor itu juga akan ditanamkan chip dan berlaku baik untuk motor atau pun mobil. Penggunaan dua komponen ini diharapkan bisa meningkatkan akurasi kamera ETLE.

Sabtu, 08 Januari 2022 08:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Pelat Nomor di Indonesia Akan Menggunakan Chip, Pelanggar Makin Tak Berkutik
Ilustrasi chip (dailysocial.id)

OTOSIA.COM - Untuk memperkuat bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, Korlantas Polri sudah menyiapkan beragam rencana.

Salah satunya ialah dengan mengganti warna dasar pelat nomor atau tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) dari hitam menjadi putih. Pelaksanaannya mulai tahun 2022 ini.

Selain warna, pada pelat nomor itu juga akan ditanamkan chip dan berlaku baik untuk motor atau pun mobil. Penggunaan dua komponen ini diharapkan bisa meningkatkan akurasi kamera ETLE.

1 dari 4 Halaman

"Untuk mendorong ETLE juga, karena nanti semuanya akan berbasis elektronik. Jadi di dalam pelat nomor itu akan ditanam chip dan tertera data-data dari pemilik kendaraan. Apabila tidak sesuai maka akan ditindak atau dikenakan tilang sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus.

Yusri menyebutkan implementasi pelat nomor dengan chip itu kini masih dalam proses persiapan. Selanjutnya akan memasuki tahap sosialisasi dan mulai penerapan di lapangan.

 

2 dari 4 Halaman

"Prosesnya masih panjang, Banyak yang harus kita persiapkan, mengenai aturan, data dan lain-lain. Tapi ke depan akan mengarah basis teknologi," ungkapnya seperti dikutip dari Polda Metro Jaya News (PMJNews).

Sementara itu, penggantian warna dasar pelat nomor akan. mulai berjalan secara bertahap, begitu menurut Kasubdit stnk Ditregident Korlantas Polri Kombse Pol M. Taslim Chairuddin. Bila sesuai target maka akan selesai per pertengahan 2022 nanti.

3 dari 4 Halaman

"Sekarang kita sedang menunggu proses pengadaan material yang mengikuti aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Mudah-mudahan pertengahan 2022 kita sudah mulai menggunakannya," katanya.

Untuk chip akan berlaku jangka panjang dan tidak bersamaan dengan penggantian warna TNKB.

 

4 dari 4 Halaman

Sekadar informasi, chip yang dimaksud berupa sistem Radio Frequency Identification atau RFID. Chip ini akan terhubung dengan database kendaraan bermotor, sehingga berperan memantau kendaraan tersebut ketika melintasi ruas jalan tertentu.

BERI KOMENTAR