HOME » BERITA » PELAT NOMOR TIDAK SESUAI ATURAN, SIAP-SIAP IKHLASKAN RP500 RIBU

Pelat Nomor Tidak Sesuai Aturan, Siap-siap Ikhlaskan Rp500 Ribu

Jum'at, 31 Agustus 2018 19:45 Editor : Cornelius Candra
Foto: Liputan6.com

OTOSIA.COM - Sampai saat ini, sebagian orang masih menganggap remeh pelat nomor atau yang secara resmi disebut sebagai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Padahal, TNKB telah diatur pemerintah dan tertuang pada pasal 68 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mengutip dari Liputan6.com, dalam pasal ini disebutkan, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan TNKB.

Pasal ini juga mengharuskan TNKB memuat kode wilayah, nomor registrasi, masa berlaku, serta memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

Namun ternyata, tak semua orang paham dengan pemasangan pelat nomor sesuai aturan. Bahkan satuan Polisi Lalu Lintas Wonogori telah memergoki penggunaan pelat nomor telah dimodifikasi.

Seperti foto yang diunggah oleh akun Instagram @satlantaswonogiri, pemiliki mobil Toyota Kijang Innova menggunakan pelat nomor putih dengan tulisan LAILA (LOVE) ADI.

Jangan DICONTOH gaes, Selalu GUNAKAN nomer TNKB yang benar dan sah ya.

A post shared by Sat Lantas Polres Wonogiri (@satlantaswonogiri) on

Tak hanya tulisan, pemilik mobil yang tak disebutkan namanya itu juga mengganti warna pelat putih dan bagian lainnya.

Ternyata kenekatan pemilik mobil dengan pelat nomor asli AD 9099 ST itu sengaja dilakukan karena mobil digunakan untuk iring-iringan mobil pengantin.

Sontak saja, beberapa petugas Satlantas Wonogori yang kerap menemukan pengemudi mengganti pelat nomor memberhentikannya. Tidak disebutkan apakah diberikan sanksi tilang atau sekadar teguran.

Penggunaan pelat nomor tak sesuai standar ini patut diberikan sanksi berupa tilang. Pasalnya, TNKB yang tak sesuai patut dicurigai, apakah kendaraan tersebut adalah hasil kejahatan atau lainnya.

Aturan soal TNKB ini telah tertuang berdasarkan Pasal 280 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa penggunaan TNKB yang tidak sesuai dengan pasal 68 ayat 1 akan dikenakan sanksi berupa kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR