HOME » BERITA » PELEMPAR BAMBU KE AMBULANS YANG BAWA JENAZAH PASIEN COVID-19 JADI TERSANGKA

Pelempar Bambu ke Ambulans yang Bawa Jenazah Pasien COVID-19 Jadi Tersangka

Tersangka kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif virus Corona (COVID-19) di Banyumas bertambah.

Selasa, 21 April 2020 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Pelempar Bambu ke Ambulans yang Bawa Jenazah Pasien COVID-19 Jadi Tersangka
Polisi tetapkan tersangka baru kasus penolakan jenazah COVID-19 (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Polresta Banyumas, Jawa Tengah menetapkan tersangka baru atas kasus penolakan pemakaman jenazah pasien virus Corona (COVID-19). Tersangka A (26) diduga melempar bambu ke ambulans yang saat itu membawa jenazah.

Dilansir dari Merdeka.com, tersangka merupakan warga Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Pelaku diduga melakukan aksinya kala itu yang masuk wilayah Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen.

"Kemarin ada penambahan satu tersangka baru, sehingga sekarang sudah ada empat tersangka. Selain itu, saksi juga bertambah empat orang lagi," terang Kapolres Kota Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, Selasa (21/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Polisi kini tengah mendalami kasus ini. Polisi juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banyumas, maupun Purwokerto untuk menangani kasus ini. Baik Kejari Banyumas maupun Purwokerto, meminta agar berkas kasus tersebut segera dilimpahkan.

"Mudah-mudahan lebih cepat selesai, lebih bagus," ungkapnya.

Kini polisi fokus pada 4 tersangka, meskipun ada potensi penambahan tersangka baru. Tersangka A bakal dijerat Pasal 212 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sementara tersankga K (46) dan S (45), warga Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, yang diduga menghalang-halangi mobil ambulans saat jenazah pasien positif COVID-19 akan dimakamkan, akan dijerat Pasal 214 KUHP dan UU No 4/1984 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

2 dari 2 Halaman

Polresta Banyumas memecah kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 menjadi dua TKP karena Desa Kedungwringin masuk wilayah Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, sedangkan Desa Glempang masuk PN Purwokerto.

Kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 tersebut terjadi pada hari Selasa (31/3/2020) di Desa Kedungwringin. Selanjutnya dipindahkan ke Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen pada malam harinya.

Akan tetapi, jenazah yang baru dimakamkan di Desa Tumiyang pada Selasa (31/3/2020) malam, akhirnya dibongkar kembali pada hari Rabu (1/4/2020) karena ada penolakan dari warga setempat dan desa tetangga, yakni Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok.

Pembongkaran makam tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas Achmad Husein dan selanjutnya dimakamkan ke desa lainnya.

BERI KOMENTAR