HOME » BERITA » PELUANG BISNIS! BUSI BEKAS SEPERTI INI BISA LAKU 30 DOLAR

Peluang Bisnis! Busi Bekas Seperti Ini Bisa Laku 30 Dolar

Busi bekas tak terpakai disulap jadi karya seni, harganya tembus 30 Dollar!

Rabu, 08 November 2017 08:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Copyright by swahilimodern.com

OTOSIA.COM - Bicara soal barang bekas memang tidak akan habis selama rantai perputaran antara barang baru dan penggunaannya tidak terputus. Pada akhirnya, barang bekas yang telah kehabisan 'umur' harus dipensiunkan di tempat sampah akibat faktor kelayakan dan fungsi yang tidak lagi bisa diandalkan.

Tantangan berikutnya adalah, bagaimana caranya bikin barang bekas yang tak terpakai jadi bernilai tinggi.

Diambil dari laman Swahilimodern.com, barang-barang tak terpakai seperti busi dan perangkat lainnya rupanya terbukti bisa diuangkan. Bahkan, dengan sedikit sentuhan seni, barang itu bisa dijual ke pasar internasional.

Contohnya adalah busi bekas yang dibikin layaknya seorang pemain golf berikut. Berdasarkan keterangan produk, barang bekas bercita rasa seni ini diproduksi di Afrika dengan berbagai gaya dan ukuran tinggi berkisar antara 6-7 inch. Warna-warna yang ditawarkan pun beragam sehingga sangat cocok untuk bingkisan, oleh-oleh atau hadiah.

Menariknya lagi, meski bentuknya bermacam-macam, karya seni ini memiliki harga yang sama, yakni sebesar US$ 30 atau hampir setara dengan Rp 400 ribuan. Hal ini pastinya bikin kustomer makin bisa memilih lebih banyak varian untuk dibagikan kepada penerima hadiah.

Berdasarkan informasi yang disertakan di situs yang sama, pusat produksi industri kreatifnya berada di jantung kota Dakar, Senegal. Pengrajinnya bernama Malick Mbaye dan rekannya Jacque. Semua bahan yang dipakai merupakan hasil recycling part-part bekas mobil dan alumunium sisa minuman kaleng yang biasa jadi rongsokan.

Melalui toko online Swahili, alur penjualan dan promosi online lantas dihubungkan ke Pinterest sebagai etalase digital sehingga mudah dikenal oleh pembeli dari mancanegara.

Wah, peluang bisnis yang menggiurkan nih?

(kpl/sdi)

BERI KOMENTAR