HOME » BERITA » PEMASANGAN REFLECTOR PADA TRUK DAN BUS TEKAN ANGKA KECELAKAAN?

Pemasangan Reflector Pada Truk dan Bus Tekan Angka Kecelakaan?

Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Setidaknya, di Indonesia setiap tahunnya tercatat sekitar 26.000-29.000 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.

Sabtu, 02 Maret 2019 09:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi reflektor pada truk (autoworld.com.my)

OTOSIA.COM - Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Setidaknya, di Indonesia setiap tahunnya tercatat sekitar 26.000-29.000 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.

Selain sepeda motor kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial seperti bus dan truk juga terbilang tidak sedikit di Indonesia.

Salah satu upaya untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan bus dan angkutan barang adalah dengan melakukan pemasangan alat pemantul cahaya (reflector).

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) bersama 3M Indonesia sudah mulai melakukan pemasangan alat pemantul cahaya ini, termasuk sosialisasi kepada Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO), maupun perusahaan-perusahaan karoseri di Indonesia.

Pemasangan reflektor (Istimewa)

Pada bagian belakang menggunakan stiker warna merah, sedangkan pada bagian samping menggunakan warna kuning untuk kendaraan bermotor dan warna putih untuk kereta gandengan dan kereta tempelan.

"Kami memastikan produk-produk 3M selaras dengan peraturan yang berlaku di setiap pangsa pasar untuk mendukung keselamatan pengguna jalan," kata Audist Subekti, Business Director Infrastructure, Construction, Energy, & Government Market, 3M Indonesia.

Penggunaan reflector pada kendaraan-kendaraan berat tersebut tertuang dalam peraturan yang terbaru yakni Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat no. SK.5311/AJ.410/DRJD/2018 tentang alat pemantul cahaya tambahan.

Sebagai mitra kerja pemerintah, melalui seri conspicuity dan reflective tapes, 3M Indonesia menghadirkan berbagai produk stiker pemantul cahaya tambahan khususnya pada kendaraan komersial dan angkutan barang.

"Kami memastikan produk-produk 3M selaras dengan peraturan yang berlaku di setiap pangsa pasar untuk mendukung keselamatan pengguna jalan," kata Audist Subekti, Business Director Infrastructure, Construction, Energy, & Government Market, 3M Indonesia.

Sebagai pemasok reflector 3M Indonesia sendiri menjagokan 3M Diamond GradeTM Conspicuity yang memenuhi Perdirjen Perhubungan Darat no. SK.5311/AJ.410/DRJD/2018 dan standar UNECE-R 104.

Pemasangan reflektor (Istimewa)

Sejak Juli 2011, peraturan ECE104 mewajibkan semua kendaraan barang berat (HVGs) lebih dari 7,5 ton dan trailer lebih dari 3,5 ton harus dilengkapi dengan stiker penanda retroreflective. Hal ini menjadi salah satu langkah dalam meminimalisasi terjadinya kecelakaan, terlebih di malam hari yang minim pencahayaan.

Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat no. SK.5311/AJ.410/DRJD/2018 terkait dengan kendaraan angkutan barang wajib memasang alat pemantul cahaya tambahan pada bagian kendaraan dimulai pada 1 Mei 2019 untuk kendaraan baru dan 1 November 2019 untuk kendaraan yang sudah beroperasi.

Sementara itu sebuah studi di Eropa menyatakan, sekitar 2.660 nyawa telah diselamatkan dari tahun 1960 hingga 2012 dengan penggunaan conspicuity pada kendaraan trailer berat. Angka kecelakaan berkurang sebesar 21% dalam keadaan gelap atau malam hari dan 16% pada siang hari.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR