HOME » BERITA » PEMERINTAH BUKA PELUANG TERAPKAN DISKON PAJAK UNTUK MOBIL DI ATAS 1.500 CC, TAPI...

Pemerintah Buka Peluang Terapkan Diskon Pajak untuk Mobil di Atas 1.500 cc, Tapi...

Pemerintah membuka kemungkinan mobil baru di atas 1.500 cc juga mendapatkan insentif PPnBM

Selasa, 16 Februari 2021 15:45 Editor : Ahmad Muzaki
Pemerintah Buka Peluang Terapkan Diskon Pajak untuk Mobil di Atas 1.500 cc, Tapi...
Ekspor mobil. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

OTOSIA.COM - Pemerintah telah menyetujui insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Namun kebijakan ini hanya berlaku untuk kendaraan di bawah 1.500 cc.

Akan tetapi, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso memberi sinyal bahwa pemerintah membuka kemungkinan mobil baru di atas 1.500 cc juga mendapatkan insentif PPnBM. Hanya saja rencana ini bergantung pada evaluasi dan efektivitas pada tiga bulan pertama insentif PPnBM untuk kendaraan di bawah 1.500 cc.

Segmen mobil di atas 1.500 cc ini menargetkan kelompok menengah atas. Untuk saat ini, kelompok menengah atas masih banyak menyimpan dana di perbankan, dan enggan membelanjakannya.

"Untuk menengah atas ini mereka memang paling banyak share konsumsinya, tapi kita lihat di Dana Pihak Ketiga yang di perbankan juga meningkat karena mereka tidak mau melakukan konsumsi. Sehingga, nanti kita juga akan menyasar ke sana," tutur Susiwijono dalam diskusi virtual pada Selasa (16/2).

1 dari 2 Halaman

Oleh sebab itu, kebijakan insentif PPnBM akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan hingga Desember 2020. Diskon pajak ini akan diberikan sebesar 100 persen dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan

"Karena itu untuk PPnBM kita akan selalu berikan catatan, yaitu penerapannya bertahap setiap tiga bulan akan kita ubah kebijakannya. Selain itu juga akan ada evaluasi 3 bulanan," tuturnya.

2 dari 2 Halaman

Kebijakan ini pun hanya berlaku untuk kendaraan di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2. Alasannya karena kategori tersebut memiliki peminat yang cukup besar di Indonesia.

"Salah satu kita minta di bawah 1.500 cc itu selain pertimbangan lokal konten TKDN, kita berharap segmen menengah bawah mulai melakukan konsumsi walau mereka paling terkena dampak pandemi. Selain itu juga karena share penjualan segmen tersebut besar," jelas Susiwijono.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR