HOME » BERITA » PEMERINTAH DIMINTA BUAT STANDAR BBM LEBIH BAIK DEMI LINGKUNGAN

Pemerintah Diminta Buat Standar BBM Lebih Baik Demi Lingkungan

Pembatasan penggunaan Premium perlu dilakukan untuk lingkungan yang lebih baik. Selain itu pemerintah juga diminta untuk menurunkan harga BBM berkualitas tinggi.

Jum'at, 26 Juni 2020 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pemerintah Diminta Buat Standar BBM Lebih Baik Demi Lingkungan
Pengisian bahan bakar minyak di SPBU Cikini (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan rendah seperti Premium dinilai tidak layak lagi. Terlebih di era teknologi yang lebih canggih, yang mana kendaraan keluaran terbaru dibekali teknologi yang cocok dengan BBM beroktan tinggi.

Selain itu, pemerintah juga diminta menyediakan bahan bakar berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau, seperti disebutkan oleh Direktur Eksekutif Institute for Essential Service (IESR), Febby Tumiwa. Misalnya, BBM dengan RON 92 dijual seharga RON 88 atau RON 99.

Pembatasan kuota penggunaan Premium juga perlu dilakukan. "Pemerintah bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya (misalnya Euro IV), demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif," kata dia diJakarta, Kamis (25/6/2020), dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 3 Halaman

Namun demikian, harga yang ditawarkan kepada masyarakat harus ekonomis. Karena bagaimanapun, konsumen reaktif kepada penaikan harga. Sebab jika harga premium dibuat mahal, konsumen akan pindah ke BBM lain yang lebih bersih tapi harganya lebih murah.

Pengamat Energi, Mamit Setiawan menambahkan, saat ini kendaraan bermotor, baik roda dua, maupun roda empat mayoritas sudah menggunakan teknologi terbaru yang mengharuskan konsumsi BBM dengan RON tinggi, minimal RON 92, seperti Pertamax. Mengingat, BBM RON rendah juga lebih boros dan berdampak negatif pada mesin. Apalagi mayoritas negara di dunia sudah tidak ada yang menjual BBM Ron 88 seperti premium.

Agar konsumsi BBM RON tinggi seperti bisa lebih tinggi, pemerintah disarankan mendorong masyarakat untuk beralih ke Pertamax series. Selain itu, menyediakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Misalnya RON 92 seharga RON 88 atau RON 90.

2 dari 3 Halaman

Mamit melanjutkan, Pemerintah bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya, misalnya Euro IV, demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif.

"Selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi," kata dia.

"Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi. Penggunaan BBM berkualitas akan mendorong penurunan emisi dan memperbaiki kualitas udara," sambung dia.

Menurut dia, bahan bakar berkualitas juga membuat sistem pembakaran mesin (engine combustion) lebih sempurna sehingga lebih irit BBM, mesin awet dan mempermudah perawatan kendaraan. Sehingga beban negara untuk BBM berkurang karena dana kompensasi dialihkan ke sektor/pos lain yang lebih membutuhkan sehingga menjadi lebih tepat sasaran.

3 dari 3 Halaman

Sementara itu, Pengamat otomotif yang juga Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, sudah saatnya Indonesia untuk benar-benar serius dalam mendorong penggunaan BBM Ron tinggi. Pasalnya, BBM Ron rendah akan merusak lingkungan, menambah polusi, juga buruk bagi mesin kendaraan.

"Sepatutnya kita sudah concern dengan masalah emisi gas buang pada octan dan cetane rendah," kata Jusri.

Jusri mengatakan, bila kendaraan beralih ke BBM jenis oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang. Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna.

"Sudah saatnya masyarakat menggunakan BBM Ron tinggi karena memiliki banyak kelebihan, mesin awet, tenaga kendaraan terjaga," ujar Jusri.

BERI KOMENTAR