HOME » BERITA » PEMERINTAH IMBAU TAK MUDIK, LUHUT: PEMUDIK HAMPIR PASTI BAWA PENYAKIT

Pemerintah Imbau Tak Mudik, Luhut: Pemudik Hampir Pasti Bawa Penyakit

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perekonomian Bidang Kemaritiman dan Investasi, berujar bahwa pemerintah tak melarang masyarakat melakukan mudik

Jum'at, 03 April 2020 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pemerintah Imbau Tak Mudik, Luhut: Pemudik Hampir Pasti Bawa Penyakit
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

OTOSIA.COM - Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perekonomian Bidang Kemaritiman dan Investasi, berujar bahwa pemerintah tak melarang masyarakat melakukan mudik. Hanya saja pemerintah menghimbau agar masyarakat sadar diri terhadap penyebarang Corona Covid-19 yang bisa saja menulari keluarga di kampung.

"Pertimbangan utamanya, orang kalau dilarang pun mau mudik saja. Jadi kami imbau kesadaran bahwa kalau Anda mudik pasti bawa penyakit," ujar Luhut saat video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Kamis (2/4) melansir Merdeka.com.

1 dari 2 Halaman

"Hampir pasti bawa penyakit. Kalau bawa penyakit, di daerah bisa meninggal, bisa keluargamu. Makanya kami anjurkan tidak mudik," sambungnya.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan kompensasi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran Rp110 triliun untuk social safety net yang mencakup kartu sembako, subsidi listrik, dan kartu prakerja.

"Karena tidak mudik maka kami beri kompensasi dan itu kami lakukan. Pertimbangan utama kami supaya ekonomi tidak mati sama sekali. Setelah kami hitung, ini pilihan yang terbaik," jelas Luhut.

2 dari 2 Halaman

Tak Ada Larangan

Meski pemerintah tak melarang, ia menyebut bahwa mudik kali ini akan disesuaikan degan protokol kesehatan yang ada. Pemudik diharuskan untuk menjaga jarak dengan orang lain selama isolasi mandiri selama 14 hari.

"Kalau ada yang maksa mudik harus masuk karantina di tempat mudiknya. Kalau tempat mudiknya tidak aman, masuk ke Jakarta masuk karantina lagi 14 hari," kata Luhut.

BERI KOMENTAR