HOME » BERITA » PEMILIK 10 MEREK MOBIL INI SERING DIDENDA AKIBAT UGAL-UGALAN DI JALAN, MULAI NISSAN SAMPAI SUBARU

Pemilik 10 Merek Mobil Ini Sering Didenda Akibat Ugal-Ugalan di Jalan, Mulai Nissan Sampai Subaru

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Insufiry mengungkapkan pengemudi masing-masing mobil memiliki perilaku ugal-ugalan di jalanan yang berbeda. Setidaknya pengemudi 10 merek mobil berikut pernah didenda akibat ngebut di jalan raya.

Kamis, 24 September 2020 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Pemilik 10 Merek Mobil Ini Sering Didenda Akibat Ugal-Ugalan di Jalan, Mulai Nissan Sampai Subaru
Subaru WRX (Subaru)

OTOSIA.COM - Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi bagi sebagian orang adalah hal yang menyenangkan. Adrenalin mereka akan terpacu sehingga merasakan tantangan baru.

Tapi aktivitas 'ugal-ugalan' di jalan raya itu tidak dianjurkan, lantaran berbahaya. Tak hanya bagi si pengemudi itu sendiri tapi juga berbahaya untuk pengguna jalan lainnya.

Perilaku mengemudi yang ugal-ugalan itu rupanya berbeda bagi masing-masing pengemudi mobil dengan merek yang berbeda. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa 10,54 persen pengemudi di Amerika Serikat pernah melanggar kecepatan yang berbeda.

1 dari 2 Halaman

Dilansir dari Carscoops, pemilik Subaru WRX adalah yang paling sering didenda akibat ugal-ugalan. Setidaknya 20,49 persen pemilik pernah mendapatkan tilang minimal satu kali. Di urutan kedua yakni pemilik Volkswagen Golf GTI, dengan 17,38 persen pemilik pernah melanggar kecepatan.

Selain dua merek tersebut, ada juga Subaru Impreza (15,9 persen), Infiniti G37 (15,61 persen), dan Dodge Dart (15,45 persen) yang masing-masing pernah mendapatkan setidaknya satu kali denda.

2 dari 2 Halaman

Pemilik 10 Merek Mobil Ini Sering Didenda Akibat Ugal-Ugalan di Jalan, Mulai Nissan Sampai Subaru

Lalu, lima merek lain yang masuk 10 besar adalah Hyudai veloster (15,43 persen), Dodge Challenger (15,09 persen), RAM 2500 (14,79 persen), Dodge Charger (14,71 persen), dan Nissan 350Z (14,65 persen).

Insufiry melakukan penelitian ini dengan memeriksa database lebih dari 2,5 juta aplikasi asuransi mobil untuk mengidentifikasi model dengan pelanggaran paling cepat. Para pengmudi yang dihubungi, diminta untuk memasukkan informasi pribadi dan kendaraan, serta mengungkapkan apakah mereka pernah didenda lantaran ngebut sebelumnya.

 

BERI KOMENTAR