HOME » BERITA » PEMILIK DEALER MOBIL KEMALINGAN, SALAHKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19

Pemilik Dealer Mobil Kemalingan, Salahkan Protokol Kesehatan COVID-19

Sejak 6 bulan terakhir, seorang pemilik dealer kehilangan 5 mobilnya di dealer. Dia kesal lantaran polisi tak bergerak cepat akibat adanya protokol COVID-19.

Sabtu, 10 April 2021 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pemilik Dealer Mobil Kemalingan, Salahkan Protokol Kesehatan COVID-19
Ilustrasi kejahatan (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Seorang pemilik dealer mobil menjadi korban pencurian mobil. Dua mobil yang ada di dealer di area metro Lousvilee, Kentucky, Amerika Serikat, digondol maling pada 1 April 2021 lalu.

Dilansir dari Motorious, rupanya hal ini bukan kali pertama terjadi. Peristiwa nahas itu sudah terjadi 6 bulan terakhir di dealer yang sama.

Total ada 5 mobil yang dicuri sepanjang periode 6 bulan tersebut. Sementara itu dealer lain di daerah tersebut juga mengalami hal serupa.

1 dari 3 Halaman

Didgua pelaku merupakan komplotan yang sama. Pemilik dealer mencurigai komplotan pencuri tersebut masih berusia remaja.

Kecurigaan itu muncul setelah melihat rekaman kamera pengawas. Ada tiga orang yang terlihat, dua dari tiga orang itu bertengkar setelah melempar balok beton ke jendela kantor dealer karena tak sepakat siapa yang harus masuk terlebih dahulu.

Dari rekaman itu juga diketahui mereka menggeledah isi kantor untuk mendapatkan barang-barang berharga. Lantas, ketiganya menemukan yang mereka cari dan berhasil membawa kabur Pontiac G8 tahun 2009 dan Chrysler 200 tahun 2012.

2 dari 3 Halaman

Pemilik dealer pesimis bahwa mobil yang dicuri bisa kembali. Pasalnya, pada bulan November dia juga banyak kehilangan, termasuk Ford Expedition tahun 2004 yang tak pernah kembali.

Dia pun kesal dengan pihak berwajib yang tidak berbuat banyak untuk melindungi bisnis lokal. Bhakn pemilik dealer kesal kepada polisi yang tidak segera menanggapi peristiwa tersebut lantaran protokol COVID-19.

3 dari 3 Halaman

Menurut stasiun berita lokal, Departemen Kepolisian Metro Louisville mengatakan bahwa ketika menerapkan protokol COVID-19 berarti petugas hanya akan menanggapi kejadian yang menimbulkan cedera atau ada tersangka yang ditangkap.

Jika tidak, korban harus mengubungi unit pelaporan melalui telepon dan seorang detektif akan ditugaskan untuk menangani kasus tersebut. Tidak dijelaskan apakah detektif akan mengumpulkan bukti fisik di TKP atau tidak.

BERI KOMENTAR