HOME » BERITA » PEMOHON SIM DIHARAPKAN LULUS PENDIDIKAN KESELAMATAN

Pemohon SIM Diharapkan Lulus Pendidikan Keselamatan

Pendidikan keselamatan dinilai menjadi poin penting untuk permohonan SIM.

Kamis, 05 Maret 2020 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pemohon SIM Diharapkan Lulus Pendidikan Keselamatan
Uji SIM (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi bukti bahwa seseorang dinyatakan mampu dan layak berkendara di jalan raya. Pasalnya, untuk mendapatkan SIM tersebut seseorang harus menjalani serangkaian tes.

Menurut Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana menjelaskan, pendidikan keselamatan sangat berkaitan dengan penerbitan SIM.

Menurutnya SIM menjadi hak istimewa yang diberikan kepada seseorang yang telah lulus uji dan sebagai standar kompetensi untuk pengetahuan, keterampilan, kepekaan dan kepedulian akan keselamata baik bagi dirinya atau orang lain.

Dalam program Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), lalu lintas menjadi salah satu bahasan. Dalam hal ini adalah tentang keselamtan. Jika mengacu pada program RUNK semestinya menjadi acuan dan dasar penilaian kinerja para pemangku kepentingan di bidang lalu lintas.

1 dari 2 Halaman

Menurutnya, pendidikan keselamatan sebagai lembaga atau wadah pendidikan yang mengikuti pada kurikulum pendidikan dasar, menengah, atas maupun tinggi.

"Atau yang berdiri sendir yang spesifik disiapkan yang memenuhi standar-standar kualifikasi bagi penguji SIM, isntruktur sekolah mengemudi, petugas di bidang patroli, pengawalan, ajudan VIP/VVIP, serta pengemudi profesi, hobby maupun calon pengemudi," jelas Chryshnanda.

Lebih lanjut, kewajiban seseorang memiliki kemampuan, keterampilan, kepekaan dan kepedulian berkendara di jalan raya itu agar tak menghambat, merusak bahkan mematikan produktivitas.

"Dengan demikian SIM fungsinya adalah memberi jaminan legitimasi, kompetensi, fungsi kontrol (berkaitan dengan penegakan hukum), forensik kepolisian, pelayanan prima. Dengan demikaian, SIM bukan lagi dimohonkan melainkan ujian dan ujian berkaitan dengan pendidikan," terangnya.

2 dari 2 Halaman

Di dalam membangun kesadaran patuh hukum, meningkatkan kualitas para pengemudi, pemerintah dan polri maupun pemangku kepentingan lainnya seyogyanya bersama-sama dapat membangun safety driving/safety riding centre (SDC/SRC). Safety Driving/Safety Riding Centre adalah wadah belajar berlatih untuk membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurunkan tingkat fatalitas korban laka dan membangun budaya tertib berlalu lintas.

Dalam proses pengujian fungsi penerbitan SIM selain sebagai legitimasi kompetensi juga merupakan bagian dari Single Identity Number (SIN), karena setiap warga masyarakat untuk menyelenggarakan hidup dan kehidupannya ini sangat berkaitan dengan pemerintah, bank dan polisi.

"SIM bukan mahal atau murah, bukan bagian dari bisnis jual beli melainkan bagian edukasi, training, dan sistem uji serta akuntabilitas untuk mewujudkan dan memelihara lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar," ungkap Chryshnanda.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR