HOME » BERITA » PEMOTOR JADI LEBIH AROGAN SAAT BERSAMA KLUB MOTOR, BEGINI PENJELASANNYA

Pemotor Jadi Lebih Arogan Saat Bersama Klub Motor, Begini Penjelasannya

Ini alasan mengapa pemotor akan menjadi lebih arogan saat bersama komunitas motornya

Selasa, 03 November 2020 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pemotor Jadi Lebih Arogan Saat Bersama Klub Motor, Begini Penjelasannya
Sejumlah pengendara motor gede mengenakan kostum Santa Claus dan rusa di kota Tokyo, Jepang, (23/12). Touring ini dinamakan "Toy Run" yang diselenggarakan oleh komunitas Harley Santa Club. (AFP PHOTO/Toru Yamanaka)

OTOSIA.COM - Beberapa waktu lalu viral komunitas motor gede (moge) melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI. Kejadian arogan oleh klub motor semacam ini sebenarnya kerap dijumpai. Tidak hanya sekali, tetapi berulang kali.

Lantas apa sebenarnya penyebab dari sifat arogan pemotor saat bersama komunitas motornya?

1 dari 2 Halaman

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan ada dua alasan kenapa tingkat arogan seseorang bisa meningkat saat touring bersama.

"Ini penjelasan secara umum ya, ada dua kemungkinan pada kasus komunitas motor adalah karena identitas motor besar sebagai motor mahal dengan demikian menumbuhkan perasaan sebagai bagian dari komunitas kalangan atas yang diwakili harta dan jabatan (tahta), bahkan juga terkadang wanita," katanya kepada Liputan6.com.

Hal lain yang menjadi alasan tingkat arogan sebuah klub motor terjadi karena jumlah mereka yang lebih banyak, sehingga merasa lebih perkasa.

"Yang ke dua adalah karena jumlah yang banyak dari anggota sehingga merasa lebih superior," jelas Kasandra.

2 dari 2 Halaman

Identitas Kelompok

Tak hanya itu saja, konsep diri seseorang pun sering kali meningkat dengan adanya identitas kelompok. Alhasil kondisi itu dapat mempengaruhi interaksi yang dihasilkan.

"Identitas kelompok mengacu rasa memiliki seseorang pada kelompok tertentu. Pada intinya, konsep tersebut menggambarkan pengaruh sosial dalam suatu kelompok. Pengaruh ini mungkin didasarkan pada beberapa kategori sosial atau pada interaksi interpersonal di antara anggota kelompok," tuturnya.

Penulis: Dian Tami Kosasih

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR