HOME » BERITA » PEMPROV DKI DIMINTA TAMBAH BANSOS, TERUTAMA UNTUK OJOL

Pemprov DKI Diminta Tambah Bansos, Terutama untuk Ojol

Pemerintah DKI Jakarta diminta untuk menambah cakupan bantuan sosial, terutama untuk ojek online.

Selasa, 14 April 2020 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pemprov DKI Diminta Tambah Bansos, Terutama untuk Ojol
Ojek online (Ilustrasi/Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Jakarta, sejatinya ojek online dilarang mengangkut penumpang. Mereka masih tetap bisa beroperasi, hanya saja untuk barang dan makanan. Hal itu untuk menerapkan physical distancing dan menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

Aturan itu tertuang dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentan PSBB. Namun, kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan justru bertabrakan dengan Pergub tersebut.

Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 itu justru ojol diizinkan mengangkut penumpang. "Untuk sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020), disitat dari Merdeka.com.

1 dari 1 Halaman

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Syarif menilai, pemerintah tidak memiliki arah yang jelas dalam menangani pandemi Covid-19. Alhasil, dia mengungkapkan, banyak kebijakan yang diambil berbenturan atau tumpang tindih.

"Kebijakan publik yang buat bingung. kemana sebenarnya arah dari kebijakan itu sedari awal sejak pertama kali ada kasus positif pemerintah selalu tidak jelas. Ini pemerintah harus sinergi dong, tidak saling tubrukan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (13/4/2020).

Selain soal aturan, Syarif juga menyoroti bantuan sosial yang harus diterima oleh warga Jakarta terdampak kebijakan PSBB. Dia meminta, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan cakupan bantuan, terutama untuk ojek online.

Pemprov DKI harus meningkatkan kapasitas bansosnya, terutama dari kalangan ojek online ini yang belum maksimal diperhatikan. Tentu pekerja yang lain juga harus mendapat perhatian sama," tutupnya.

BERI KOMENTAR