HOME » BERITA » PENDUDUK BEIJING MENIKAH PURA-PURA DEMI MENDAPATKAN PELAT NOMOR

Penduduk Beijing Menikah Pura-Pura Demi Mendapatkan Pelat Nomor

Semakin ketatnya aturan pemerintah Cina untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, membuat penduduknya menggunakan trik pernikahan palsu demi mendapatkan pelat nomor.

Sabtu, 30 November 2019 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Penduduk Beijing Menikah Pura-Pura Demi Mendapatkan Pelat Nomor
Lalu lintas di Beijing (Ilustrasi/Autoevolution)

OTOSIA.COM - Pemerintah Cina memberlakukan sistem lotre kepemilikan kendaraan sejak 2011. Tujuannya, untuk mengurangi kuota kendaraan baru di Beijing dan 7 kota besar lainnya di negara itu.

Menurut Bloomberg, kuota kendaraan baru pada 2013 sebanyak 240.000. Lalu diturunkan menjadi 100.000 kendaraan saja pada 2018. Jumlah kuota tersebut tidak berubah pada 2019.

Selain itu, pemerintah juga mengurangi jumlah pelat nomor baru setiap tahun. Persaingan mendapatkan pelat nomor kendaraan pun ketat, dengan perbandingan 1:2.600. Hal ini membuat orang-orang di Beijing frustasi, sehingga menggunakan trik pernikahan pura-pura, menurut South China Morning Post.

1 dari 2 Halaman

Layanan Agensi

Penduduk Beijing Menikah Pura-Pura Demi Mendapatkan Pelat NomorLayanan Agensi

Trik ini pun sudah ada yang memfasilitasi melalui sebuah agensi. Biasanya, agensi akan menawaekan layanan pernikahan palsu ini kepada pemenang lotre pelat nomor. Lalu agensi akan memasangkan pemilik mobil dengan pemilik plat nomor.

Sistemnya, pemilik pelat nomor akan mendaftarkan mobil baru milik orang lain atas nama mereka. Jika kedua pihak setuju, ada sejumlah uang yang harus dibayarkan sesuai perjanjian sebagai imbalannya.

2 dari 2 Halaman

Biaya Pernikahan Palsu

Penduduk Beijing Menikah Pura-Pura Demi Mendapatkan Pelat NomorBiaya Pernikahan Palsu

Melansir Autoevolutin, agensi mematok tarif lebih dari USD 22.700 atau sekitar Rp 319 jutaan (Kurs USD 1 = Rp 14.086) hanya untuk layanannya. Lalu untuk perjanjian pernikahan palsu butuh uang sekitar USD 2.845 (Rp 40 jutaan) per tahun atau hingga USD 9.816 (Rp 138 jutaan) untuk perjanjian 5 tahun.

"Kami menerima tiga atau empat klien satu hari yang meminta unutk mendapatkan lisensi melalui pernikahan palsu," ungkap seorang manager di sebuah agensi.

 

BERI KOMENTAR