HOME » BERITA » PENELITIAN SEBUT PARKIR MOBIL DI BAWAH TERIK MATAHARI BISA BUNUH VIRUS CORONA

Penelitian Sebut Parkir Mobil di Bawah Terik Matahari Bisa Bunuh Virus Corona

Penelitian menyebut suhu panas bisa membantu mendisinfeksi virus. Termasuk memarkirkan mobil di tempat yang panas.

Rabu, 20 Mei 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Penelitian Sebut Parkir Mobil di Bawah Terik Matahari Bisa Bunuh Virus Corona
Ilustrasi parkir mobil (Carsifu.my)

OTOSIA.COM - Beberapa waktu lalu orang-orang disarankan untuk rutin berjemur pada waktu tertentu. Rumor yang beredar itu bisa mencegah terjangkit virus akibat terik matahari.

Selain itu juga ada trik untuk menggunakan masker berulang dengan memanaskannya pada suhu tinggi untuk mematikan virus. Kini mobil yang terparkir di bawah terik matahari yang panas juga disebut bisa membunuh virus Corona (COVID-19).

Dilansir dari Motor1, penelitian Universitas Georgia menyebutkan bahwa efek rumah kaca mobil yang dihasilkan dari radiasi gelombang pendek matahari yang masuk melalui kaca bisa membunuh virus penyebab COVID-19.

1 dari 2 Halaman

Penelitian itu juga menyebutkan bahwa panas yang tinggi mempersingkat waktu yang diperlukan utnuk mendisinfeksi virus corona baru. Menaikkan suhu hingga 130 derajat disebut bisa membunuh 99,99 persen virus selama 20 menit.

Sementara pada suhu 150 derajat, waktu yang dibutuhkan lebih pendek hanya 5 menit. "Lebih banyak pengujian yang perlu dilakukan, tetapi kami tahu bahwa semakin hangat, maka semakin sedikit waktu yang dibutuhkan virus untuk mati," kata profesor ilmu kesehatan lingkungan di Universitas Georgia, Travis Glenn.

 

2 dari 2 Halaman

Penelitian juga menyebutkan bahw masker atau paket bisa dipanaskan selama satu hari pada suhu 130 derajat. Jadi menyeterika masker disbut cukup untuk mendisinfeksi virus.

"Kita semua diwajibkan mengenakan masker saat keluar rumah. Jadi, Anda bisa meninggalkan satu masker di dalam mobil saat berbelanja, atau meninggalkan masker di mobil saat tiba di rumah, selama mobil Anda terparkir di tempat yang panas," katanya.

BERI KOMENTAR