HOME » BERITA » PENERAPAN GANJIL GENAP SAAT PSBB TRANSISI TERGANTUNG KONDISI LALU LINTAS DKI

Penerapan Ganjil Genap Saat PSBB Transisi Tergantung Kondisi Lalu Lintas DKI

Ganjil-genap akan kembali diterapkan saat evaluasi menunjukkan jalanan Jakarta kembali sangat padat

Jum'at, 12 Juni 2020 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Penerapan Ganjil Genap Saat PSBB Transisi Tergantung Kondisi Lalu Lintas DKI
Perluasan area ganjil genap. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

OTOSIA.COM - Penerapan ganjil genap dinilai belum perlu diterapkan sekarang. Pasalnya lalu lintas Ibu Kota selama penerapan PSBB transisi masih terbilang kondusif. Hal ini diungkap oleh Kadishub DKI, Syafrin Liputo. Anggapan itu bukan tanpa dasar, ada berkat hasil evaluasi satu minggu penerapan PSBB transisi Jakarta.

"Artinya dengan kondisi ini untuk pelaksanaan ganjil genap belum dilaksanakan," kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/6).

Syafrin menyatakan, ganjil-genap akan kembali diterapkan saat evaluasi menunjukkan jalanan Jakarta kembali sangat padat. "Prinsip untuk penerapan ganjil genap tetap base on evaluasi, hasil evaluasi dari kondisi lalu lintas. Artinya jika kondisinya sudah sangat padat, di sisi lain angkutan umumnya masih memadai, itu masih bisa diterapkan," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan ganjil-genap sama seperti kebijakan rem mendadak. Kebijakan rem itu disebut akan dilaksanakan apabila temuan positif corona selama masa transisi justru meningkat.

"Instrumen ganjil genap sama halnya dengan instrumen emergency break. Jadi di dalam Pergub 51 ada pengaturan rem darurat, artinya jika masyarakat ternyata tetap melakukan perjalanan yang tidak penting, kemudian kami melihat perlu dilakukan ganjil genap, (untuk) mengingatkan warga bahwa sekarang masih dalam PSBB walau transisi," jelasnya.

1 dari 1 Halaman

Diketahui, perbandingan volume kendaraan saat transisi dan saat normal (sebelum PSBB), saat ini masih di bawah 17 persen dari kondisi normal.

"Dibandingkan dengan masa normal untuk kondisi lalu lintas masih di bawah rata-rata, kondisinya sekitar 17 persen berada di bawah dari kondisi normal," ucapnya.

Lebih lanjut Syafrin menjelaskan, meski kebijakan ganjil genap ada dalam PErgub PSBB transisi, namun itu tidak serta merta harus langsung diterapkan.

"Kebijakan ganjil genap yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 tahun 2020 itu tidak otomatis diberlakukan, kami dari dinas perhubungan terus akan lakukan kajian dan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas dan angkutan," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR