HOME » BERITA » PENGATUR LALU LINTAS DI YOGYAKARTA INI PAKAI GALON SEBAGAI PENGGANTI MASKER

Pengatur Lalu Lintas di Yogyakarta Ini Pakai Galon sebagai Pengganti Masker

Dengan tanpa alas kaki dan kepala tertutup galon air, pengatur lalu lintas ini nampak cekatan mengatur lalu lintas di Jalan Tamansiswa

Jum'at, 17 April 2020 12:45 Editor : Ahmad Muzaki
Pengatur Lalu Lintas di Yogyakarta Ini Pakai Galon sebagai Pengganti Masker
Pengatur Lalu Lintas Pakai Galon. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Seorang sukarelawan pengatur lalu lintas tampak mengenakan galon air di kepala sebagai pengganti masker. Pemandangan ini terlihat di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, tepatnya di pertigaan dekat lapas Wirogunan.

Melansir Merdeka.com, pria itu adalah Ali Akbar. Dengan tanpa alas kaki dan kepala tertutup galon air, Ali nampak cekatan mengatur lalu lintas di Jalan Tamansiswa.

Ali memakai galon bekas air berukuran 10 liter lengkap dengan keran airnya. Di bagian belakang, Ali menuliskan 'BERSAMA MELAWAN CORONA'.

Bukan tanpa alasan Ali menggunakan galon air bekas sebagai pengganti masker. Selain masker medis susah dicari, Ali juga tak cocok menggunakan masker berbahan kain yang harus dicuci usai dipakai.

"Ini mengurangi (penggunaan) masker. Jadi nggak kena apa-apa. Kalau kain kan sekali pakai terus nyuci. Kalau galon kan nggak, bisa dilap, disemprot. Ini rutin dicuci lho," ujar pria asli Jawa Timur yang saat ini berdomisili di daerah Gondolayu, Jetis Kota Yogyakarta ini.

1 dari 1 Halaman

Ali mengaku sudah dua hari belakangan ini memakai galon bekas air untuk menggantikan masker. Ali menyebut dirinya terinspirasi dari para petugas medis yang memakai APD helm, kacamata dan masker sekaligus.

"Kalau orang kan pakai pelindung, APD. Nah saya mending pakai ini praktis, daripada galon nganggur," ungkap Ali, Kamis (16/4).

Pria berumur 52 tahun ini mengaku setiap hari dirinya mengais rejeki di Jalan Tamansiswa dari saat jam anak sekolah berangkat hingga pukul 18.00 WIB. Sebelum pandemi Corona, Ali menyebut dirinya bisa membawa pulang Rp 30 ribu setiap kali bertugas di jalan.

Namun semenjak pandemi Corona (COVID-19) ini, tidak banyak orang yang beraktivitas di luar rumah. Tentunya penghasilan Ali turun drastis. Ia mengaku kesulitan untuk dapatkan Rp30 ribu sejak sebulan belakangan.

BERI KOMENTAR