HOME » BERITA » PENGEMBANGAN BATERAI LISTRIK TANAH AIR AKAN DIPUSATKAN DI KAWASAN INDUSTRI TERPADU BATANG

Pengembangan Baterai Listrik Tanah Air Akan Dipusatkan di Kawasan Industri Terpadu Batang

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, akan menjadi pusat proyek pengembangan baterai untuk mobil listrik.

Jum'at, 01 Januari 2021 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pengembangan Baterai Listrik Tanah Air Akan Dipusatkan di Kawasan Industri Terpadu Batang
Presiden Jokowi di Kawasan Industri Terpadu Batang (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Indonesia akan memproduksi sendiri baterai untuk mobil listrik. Pengembangan baterai kendaraan listrik itu disebut akan dipusatkan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

KIT Batang itu juga sudah ditinjau langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, akhir Juni 2020 lalu. Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek tersebut akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia, yang sudah lebih dulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

"Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Keterangan Pers Tentang Investasi Baterai Listrik LG Energy Solution, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.

"Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik, di mana baterai memegang peranan kunci, bisa mencapai 40 persen dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik," jelasnya.

1 dari 1 Halaman

Sementara dalam realisasi investasi proyek, perusahaan patungan ini akan memprioritaskan bekerjasama dengan pengusaha nasional, pengusaha nasional yang ada di daerah dan UKM (Usaha Kecil dan Mikro) lokal yang memiliki kapabilitas dan kapasitas dalam setiap rantai pasok.

Dengan demikian diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional yang berdampak positif bagi daerah. Sehingga investasi ini akan menjadi model kolaborasi komplet yang melibatkan perusahaan asing dengan reputasi global, BUMN yang mumpuni, dan pelaku ekonomi swasta nasional/daerah yang kuat.

Hal lain yang juga menjadi bagian dari nota kesepahaman antara LG Energy Solution & Konsorsium BUMN adalah memprioritaskan produk lokal untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional. "Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa proyek investasi raksasa ini akan menyerap sebesar-besarnya Tenaga Kerja Indonesia," katanya.

Adapun berdasarkan data BKPM, investasi asal Korea Selatan tahun 2015 kuartal 3 tahun 2020 tercatat sebesar USD 8,12 miliar dengan 17 ribu proyek, 3.162 perusahaan dan menyerap tenaga kerja langsung 660.555 orang. "Meski tahun 2020 dunia mengalami perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19, investasi Korea Selatan terus bergerak positif," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR