HOME » BERITA » PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN BMW LIBATKAN DOKTER AHLI

Pengembangan Sistem Keamanan BMW Libatkan Dokter Ahli

Para dokter ahli ternyata ikut dilibatkan untuk memberikan masukan saat pembuatan mobil BMW

Kamis, 03 Oktober 2019 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pengembangan Sistem Keamanan BMW Libatkan Dokter Ahli
BMW X5 Uji Tabrak Euro NCAP (Youtube/BIMMERPOST)

OTOSIA.COM - Mobil-mobil terkini telah dilengkapi sistem keamanan aktif dan pasif. Tingkat proteksi keamanan pada kendaraan kerap berbanding lurus dengan cidera penumpang ketika terjadi tabrakan. Namun hasilnya terhadap setiap kendaraan tidak seragam.

Pengembangan dan penyematan keamanan aktif dan pasif pada sebuah mobil tidak selalu menjadi monopoli para insinyur. Dokter pun ternyata ikut dilibatkan memberikan masukan, seperti halnya saat mobil BMW dibuat.
Menurut Jodie O'tania, Director of Communications BMW Group Indonesia, pengembangan sistem keamanan dan keselamatan BMW selalu berbasis pada realita.

Inilah sebabnya para ahli di BMW Group selalu meneliti berbagai kasus kecelakaan setiap tahun, dan berinteraksi dengan biomekanik, dokter yang berspesialisasi dalam perawatan dan pencegahan kecelakaan, serta ahli traumatologi. Hal ini bertujuan agar studi yang dilakukan komprehensif guna pengembangan kendaraan BMW ke depannya.

1 dari 1 Halaman

Sistem Keamanan di BMW

Pengembangan Sistem Keamanan BMW Libatkan Dokter AhliSistem Keamanan di BMW

Sistem keamanan pada kendaraan BMW sendiri meliputi sistem aktif dan pasif. Sistem keamanan aktif memanfaatkan kerja presisi dari unit kontrol elektronik dan sensor yang terpasang, seperti Dynamic Stability Control (DSC) yang menyatu dengan Dynamic Traction Control (DTC), hingga airbags yang sedikitnya terdapat hingga 10 jenis di dalam sebuah kabin BMW.

Adapun sistem keamanan pasif yang tersedia di seluruh lini kendaraan BMW adalah rancang bangun sasis yang meredam benturan jika terdapat insiden yang tidak diinginkan. Penggunaan campuran material, baja ringan, stainless-steel, hingga carbon core telah terbukti melalui 5 bintang di tes uji tabrak Euro NCAP dan kejadian aktual selama bertahun-tahun.

?Keamanan dan kenyamanan pengendara adalah prioritas utama BMW. Kembali ke tahun 1952, BMW telah menerapkan solusi praktikal di BMW 502, bahkan di tahun 1965 BMW telah menjalankan program ?uji tabrak? secara rutin untuk semua model kendaraan BMW,? papar Jodie.

Konsep keamanan dalam rancang bangun kendaraan BMW inilah, tambah Jodie, selanjutnya melakukan edukasi kepada konsumen BMW secara konsisten. ?Contohnya seperti acara BMW Customer Safety Driving Class ini,? ujar Jodie.

Customer Safety Driving Class yang diselenggarakan BMW Indonesia belum lama ini diikuti oleh lebih dari 55 penggemar brand BMW. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan konsumen BMW selalu mengedepankan keamanan dalam berkendara.

BERI KOMENTAR