HOME » BERITA » PENGEMUDI MOBIL ATAP TERBUKA HARUS PAKAI HELM SAAT BERKENDARA?

Pengemudi Mobil Atap Terbuka Harus Pakai Helm saat Berkendara?

Ini tanggapan Rifat Sungkar soal polemik penggunaan helm untuk pengemudi mobil atap terbuka

Rabu, 20 Oktober 2021 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pengemudi Mobil Atap Terbuka Harus Pakai Helm saat Berkendara?
Ilustrasi mobil atap terbuka (Carscoops)

OTOSIA.COM - Ternyata aturan berkendara dengan mobil atap terbuka di Indonesia masih menuai sorotan publik. Banyak di antara mereka yang mempertanyakan harus tidaknya si pengemudi memakai helm saat berkendara.

Karena itulah pereli Indonesia, Rifat Sungkar mencoba untuk meluruskan pemahan terkait hal itu. Hal ini ia ungkapkan dalam sebuah postingan di Instagramnya @rifato pada Rabu (20/10/2021).

1 dari 5 Halaman

Jelaskan Aturan Terkait

Pria 42 tahun itu menyoroti aturan terkait yang menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Aturan tersebut adalah UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 106 Ayat 7 dengan bunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan dan mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia."

2 dari 5 Halaman

Kemudian Rifat merinci arti dari kata "rumah-rumah" dalam aturan tersebut. Merujuk pada PP Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat 8, "rumah-rumah" di sini diartikan:

"Bagian dari kendaraan bermotor jenis mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, atau sepeda motor yang berada pada landasan berbentuk ruang muatan, baik untuk orang maupun barang."

Sementara itu, aturan penggunaan helm tertuang dalam Undang-undang Lalu LIntas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 tahun 2009 pada pasal 57. Dijelaskan bahwa pengemudi kendaraan roda empat tanpa rumah-rumah sekurang-kurangnya harus memakai helm dan rompi pemantul cahaya.

3 dari 5 Halaman

Pembawa Sasis Truk

(Instagram/rifato)

Dengan landasan aturan tersebut, Rifat berpendapat bahwa anggapan pengemudi mobil atap terbuka memakai helm tidaklah tepat. Pasalnya "rumah-rumah" yang ada di aturan tadi merujuk pada bodi atau kontruksi pilar ABC, bukan hanya rolling sasis.

Menurutnya aturan di atas diaplikasikan untuk pengemudi yang mengendarai sasis, bukan mobil atap terbuka. Pasalnya mobil atap terbuka telah mempunyai bodi, pintu, dan rangka.

Rifat pun mengaku jika polemik seperti ini hanya terjadi di Indonesia. "Saya concern karena hanya di Indonesia hal ini selalu jadi pertanyaan sementara tidak ada satu negarapun mempermasalahkan mobil atap terbuka yang memiliki body dan kaca depan yang harus pakai helm (kecuali masuk sirkuit dan ikut balap)," ungkapnya.

4 dari 5 Halaman

Komentar Netizen

Postingan yang telah disukai lebih dari 6 ribu kali ini mendapatkan beragam komentar netizen. Banyak dari mereka yang mendukung Rifat, namun ada juga yang masih tak sependapat.

"Mas rifat sedang perjuangkan ini semua..semangat masku????????..aku bersamamu rapat di semarang kemaren hehe...," tulis @diova.andimotor

"Atap terbuka sih tapi ga gitu juga pak, ini namanya bodyless," jelas @xxjeed_

"Lagian kalau pakai Mobil terbuka ga make helem, ga enak juga. Kalau pake helem bisa nahan panas, nahan silau mata plus dari kerikil dll. Enakan pakai helem....," komentar @dedi_hirata

"tks, cukup mencerahkan bung rifato," tulis @hattaag4764

5 dari 5 Halaman

 
 
 
View this post on Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rifat Sungkar (@rifato)

 

 

BERI KOMENTAR