HOME » BERITA » PENGGUNA KNALPOT BRONK DIBERI SANKSI BACA AL-QUR'AN

Pengguna Knalpot Bronk Diberi Sanksi Baca Al-Qur'an

Selain ditilang dan harus merusak knalpot brong yang mereka pakai, para pelanggar yang beragama Islam juga harus mengikuti tes baca Al-Qur'an di Polres Bone.

Rabu, 28 Juli 2021 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pengguna Knalpot Bronk Diberi Sanksi Baca Al-Qur'an
Razia knalpot (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Meski polisi terus melakukan razia penggunaan knalpot bising, masih saja ada pengendara yang tak kapok. Mereka masih berani menggunakan knalpot brong dan hal itu melanggar aturan lalu lintas.

Padahal, selain denda, sanksi yang diberikan oleh polisi pun tak kaleng-kaleng. Pengguna knalpot brong sering diminta menghancurkan sendiri kanlpot tersebut di depan petugas.

Namun hal itu tetap tak membuat mereka jera. Cara lain kini dilakukan oleh Satlantas Polres Bone.

1 dari 5 Halaman

Seperti dilansir dari laman Korlantas Polri, Rabu (28/7/2021), sejumlah sepeda motor dan mobil yang menggunakan knalpot brong diamankan dan dibawa ke Mapolres Bone. Pemilik kendaraan yang akan mengambil kendaraannya harus memenuhi sejumlah sanksi.

Salah satunya yakni mengikut tes baca Al-Qur'an bagi yang beragama Islam, seabgai sarana pembinaan. Pembacaan Al-Qur'an tersebut dipandu langsung oleh Imam Masjid Qadrul Islam, Ustaz Jumardin bertempat di ruangan Kasat Lantas Polres Bone, AKP Mustari.

2 dari 5 Halaman

"Tes baca Al-Qur'an sebagai prosedur tambahand alam proses pengambilan barang bukti kendraan, merupakan program pimpinan kami, bapak Kapolres Bone. Ini dilakukan dalam rangka pembinaan melalui pendekatan keagamaan," jelas Mustari.

Selain itu, pemilik kendaraan juga diminta membawa knalpot standra kendaraan dan menggantinya. Kemudian, knalpot brong yang mereka pakai dipotong menjadi beberapa bagian dan diselesaikan dengan proses tilang.

3 dari 5 Halaman

Robot Raksasa dari Knalpot Brong Sitaan

Setidaknya sudah ada ratusan knalpot racing yang penggunaannya tidak sesuai disita oleh polisi. Agar ratusan knalpot bising itu tak menjadi sampah begitu saja, polisi pun memanfaatkannya menjadi patung.

Satlantas Polres Kendari dan Satlantas Polres Jambi misalnya. Mereka mengubah knalpot-knalpot hasil razia itu menjadi bentuk robot raksasa dan pohon pinang.

Mengutip dari laman resmi Korlantas Polri, berbekal knalpot racing yang menjadi sitaan, mereka membuat robot dan replika pohon pinang untuk memanfaatkan knalpot tersebut agar lebih sedap dipandang.

4 dari 5 Halaman

Di Kendari, robot yang dibuat dari knalpot racing sitaan ini diberin nama Robot Antravi (Anti Traffic Violation) atau robot pelanggaran lalu lintas. Tak ayal, dengan kehadiran imej baru tersebut objek ini menjadi daya tarik dan menjadi spot bagi masyarakat yang ingin berswafoto.

"Rencana pemusnahan barang bukti knalpot bogar disulap menjadi sebuah robot dan menjadi tontonan bernilai edukasi serta menarik buat masyarakat yang melintasi pos lalu lintas di perempatan MTQ Kendari," ujar Kaurbin Ops Satlantas Polres Kendari, Ipda Andi Muhammad Nurfadil, dalam keterangan resminya.

Satlantas Polres Kendari berharap dengan adanya ikon baru tersebut akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai betapa pentingnya mematuhi peraturan berlalu lintas.

5 dari 5 Halaman

(c) Korlantas Polri

Sementara Satlantas Polresta Jambi, mereka membuat ikon yang tidak kalah menarik. Pasalnya, dari knalpot racing yang disita tersebut, mereka membuat replika pohon pinang yang identik dengan lomba yang kerap dilakukan pada saat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Intinya, knalpot racing tidak digunakan di sembarang tempat, tidak setiap saat. Harus ada tujuan yang benar, seperti tiang panjat pinang," jelas Kasatlantas Polresta Jambi, Kompol Doni Wahyudi.

Dari giat yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Jambi, mereka sudah mengamankan 800 unit knalpot racing. Sedangkan yang dipakai untuk membuat replika pohon pinang, menurut pihaknya hanya terdiri dari 467 knalpot.

"Yang kita amankan selama operasi ada 800. Dan yang terpasang di menara berjumlah 467," pungkasnya.

BERI KOMENTAR