HOME » BERITA » PENGGUNA SEPEDA MOTOR DI DKI JAKARTA AKAN DIKENAI SISTEM GANJIL-GENAP

Pengguna Sepeda Motor di DKI Jakarta Akan Dikenai Sistem Ganjil-Genap

Aturan ganjil genap untuk sepeda motor akan segera diuji cobakan

Senin, 05 Agustus 2019 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pengguna Sepeda Motor di DKI Jakarta Akan Dikenai Sistem Ganjil-Genap
Ilustrasi pengendara sepeda motor (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Sepeda motor nantinya akan dikenai sistem ganjil genap (gage) layaknya mobil. Tidak hanya itu, hal ini juga berlaku untuk perluasan wilayah dari sistem tersebut. Rencana ini disebutkan dalam akun Instagram @dishubdkijakarta, Jumat (2/8).

Mengutip dari laman tadi, disebutkan regulasi segera diuji coba. Mulai tanggal 5-31 Agustus 2019, dilaksanakan sosialisasi perluasan kawasan ganjil genap untuk mobil dan motor. Ruas jalan tambahan yang dimaksud adalah Jalan RS. Fatmawati, Panglima Polim, Sisingamangaraja, Pramuka, Salemba Raya, Kramat Jaya, Gunung Sahari, Majapahit, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Suryopranoto, Balikpapan dan Jalan Tomang Raya.

1 dari 2 Halaman

Wilayah Ganjil Genap

Pengguna Sepeda Motor di DKI Jakarta Akan Dikenai Sistem Ganjil-GenapWilayah Ganjil Genap

Tadinya, pemberlakuan itu hanya ada di Jalan Medan Merdeka Barat, M.H Thamrin, Jenderal Sudirman, Jenderal S. Parman, Gatot Subroto, H.R Rasuna Said, M.T Haryono, Jenderal D.I Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. Mengenai paparan kebijakan tadi, masyarakat pun diminta menunggu informasi resmi atas hal yang dimaksud. Dalam kata lain, belum final.

??Pagi ini kami sedang melakukan diskusi bersama Korlantas Polri, BPTJ, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan organisasi terkait mengenai perluasan pembatasan lalu lintas dengan ganjil genap. Dalam forum itu dibahas juga pengendalian pencemaran udara, percepatan perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, dan pembentukan kawasan lalu lintas,? mengacu pada tulisan di laman Instagram Dishub DKI Jakarta.

Pemerintah Daerah, sepertinya tengah mengupayakan usaha memecah kemacetan. Bagaimana lagi, inilah Jakarta. Semuanya terpaksa melakukan "komutasi demi nasi." Hingga bertumpuk di jantung Ibu Kota. Polusi juga terus meninggi, memaksa aparat terus mencari solusi mengurangi populasi kendaraan di jalanan. Masyarakat semakin digeser untuk menggunakan transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Sebuah langkah positif. Fasilitas itu juga ditunjang atas banyaknya jalur Transjakarta, MRT, dan LRT yang terus disempurnakan.

2 dari 2 Halaman

Dampak

Pengguna Sepeda Motor di DKI Jakarta Akan Dikenai Sistem Ganjil-GenapDampak

Namun, benarkah seluruh dampaknya positif? Karena semua ini belum terintegrasi dengan baik. Perlu adanya transportasi penyambung guna mengakses fasilitas tadi. Apalagi di masa pembangunan seperti ini, praktis lalu lintas pun lumpuh. Moda komuter paling masuk akal, hanyalah motor.

Oleh sebab itu, pemerintah diharuskan mengkaji ulang dan memperhitungkan aspek sosial serta ekonomi dari aturan ini, terutama efek untuk usaha ojek online.

Sumber: Oto.com

 

 

BERI KOMENTAR