HOME » BERITA » PENJUALAN BBM PREMIUM DI INDONESIA MASIH LARIS, INI DUA PENYEBABNYA

Penjualan BBM Premium di Indonesia Masih Laris, Ini Dua Penyebabnya

Ada dua faktor penyebab larisnya Premium di Indonesia

Jum'at, 04 Desember 2020 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Penjualan BBM Premium di Indonesia Masih Laris, Ini Dua Penyebabnya
SPBU. ©2012 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan di Indonesia masih tergolong tinggi. Nyatanya, seperti BBM Premium yang memiliki nilai RON 88 masih tetep laris di pasaranan.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Dasrul Chaniago pun buka suara terkait hal itu. Menurutnya, ada dua faktor penyebab larisnya Premium. Pertama, terkait penyediaan, di mana sampai saat ini Pertamina masih menjual BBM jenis Premium, sehingga memudahkan pelanggan untuk mengaksesnya.

Faktor kedua, yakni terkait harga yang terlampau murah. Alhasil konsumen lebih memilih membeli Premium kendati tidak ramah lingkungan.

"Karena ada dua faktor terkait penyediaan dan harga murah (Premium) itu, otomatis masyarakat mikir yang penting hari ini saya dapat harga murah ya sudah tidak lagi memikirkan dampaknya untuk masa depan," imbuh dia dalam webinar bersama YLKI, Kamis (3/12).

1 dari 2 Halaman

Tentu ini sangat disayangkan, apalagi, kata Nasrul, mayoritas kendaraan di Indonesia sudah mendukung untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan atau memiliki nilai RON di atas Premium.

"Karena saya yakin hampir semua kendaraan yang beroperasi di jalanan baik pribadi maupun umum itu keluaran di atas tahun 2007, otomatis tidak butuh Premium dan Pertalite," paparnya.

Maka dari itu, dia menilai perlu komitmen bersama untuk mewujudkan rencana penghapusan BBM jenis Premium yang tak kunjung menemui titik terang. "Apalagi banyak negara juga yang telah menghapuskan penjualan Premium," ucap dia mengakhiri.

2 dari 2 Halaman

Terkait kabar penghapusan BBM jenis Premium mulai Januari 2021 mendatang pun tidak benar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menegaskan bahwa Premium tetap dijual dan pemerintah tetap menyediakan alokasinya untuk tahun depan.

"Belum ada dari Kementerian ESDM, Pertamina, mungkin sumber-sumber lain yang dikutip media. Sementara ini seperti biasa, dan alokasi sendiri untuk tahun depan tetap akan kita penuhi," ujar Menteri Arifin saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (23/11).

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR